Panduan lengkap badal umroh untuk almarhum: dasar hukumnya menurut jumhur ulama beserta pendapat yang berbeda, syarat orang yang menggantikan, lafal niat di miqat, alur pengurusan lewat travel berizin, laporan yang sebaiknya Anda minta, dan tanda-tanda layanan badal fiktif yang perlu diwaspadai.
- Apa Itu Badal Umroh dan Kenapa Disebut Umroh untuk Orang yang Sudah Meninggal?
- Apa Dasar Hukum Umroh untuk Orang yang Sudah Meninggal?
- Apa Syarat Orang yang Melaksanakan Badal Umroh?
- Bagaimana Alur Mengurus Badal Umroh Lewat Travel?
- Apa Tanda Layanan Badal Umroh yang Perlu Diwaspadai?
- Apakah Sertifikat Badal Umroh Wajib Ada?
- Bagaimana Jika Anda Ingin Berangkat Sendiri untuk Membadalkan?
- Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Menunaikan umroh untuk orang yang sudah meninggal dibolehkan menurut jumhur ulama, dan dalam istilah fikih disebut badal umroh. Pelaksananya haruslah orang yang sudah pernah berumroh untuk dirinya sendiri, dan niatnya diucapkan atas nama almarhum sejak di miqat. Satu kali badal berlaku untuk satu orang saja.
Pertanyaan ini biasanya datang dari anak yang baru kehilangan orang tua, atau dari keluarga yang menemukan niat almarhum yang belum sempat terlaksana. Kami menuliskan jawabannya selengkap mungkin, termasuk bagian yang jarang dibahas: perbedaan pendapat ulama, apa yang sebaiknya Anda minta sebagai bukti pelaksanaan, dan cara mengenali layanan badal yang tidak amanah.
- Istilahnya badal umroh, yaitu umroh yang dikerjakan seseorang atas nama orang lain yang telah wafat atau tidak mampu secara permanen.
- Jumhur ulama membolehkan dengan menyandarkannya pada hadis masyhur tentang badal haji; sebagian ulama berpendapat berbeda.
- Syarat pelaksana: sudah pernah umroh untuk dirinya sendiri, berakal, dan beribadah dengan niat atas nama almarhum di miqat.
- Satu badal untuk satu orang. Tidak sah menggabungkan niat untuk dua almarhum dalam satu kali umroh.
- Yang perlu dicek sebelum membayar: legalitas penyelenggara, kejelasan siapa pelaksananya, dan laporan pelaksanaan untuk keluarga.
Apa Itu Badal Umroh dan Kenapa Disebut Umroh untuk Orang yang Sudah Meninggal?
Badal umroh adalah ibadah umroh yang dikerjakan seseorang atas nama orang lain, baik karena orang tersebut sudah meninggal dunia maupun karena ia tidak mampu lagi melakukan perjalanan secara permanen, misalnya karena sakit menahun atau usia yang sangat lanjut. Kata "badal" sendiri berarti pengganti.
Dalam praktiknya di Indonesia, istilah "umroh untuk orang yang sudah meninggal" dan "badal umroh" menunjuk pada hal yang sama. Yang membedakannya hanya istilah sehari-hari dan istilah fikih.
Perlu dibedakan dari dua hal lain yang sering tertukar:
- Badal umroh dikerjakan atas nama orang lain, pahalanya diniatkan untuk orang tersebut.
- Umroh biasa yang pahalanya dihadiahkan kepada almarhum, sementara ibadahnya tetap diniatkan untuk diri sendiri.
- Memberangkatkan orang lain dengan biaya Anda, yang ibadahnya tetap milik orang yang berangkat.
Apa Dasar Hukum Umroh untuk Orang yang Sudah Meninggal?
Jumhur ulama, termasuk kalangan Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali, membolehkan badal haji dan badal umroh untuk orang yang telah wafat atau tidak mampu secara permanen. Landasan yang paling sering disebut adalah hadis masyhur riwayat Imam Bukhari dan Muslim tentang seorang perempuan dari Khats'am yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengenai ayahnya yang sudah sangat tua dan tidak sanggup duduk di atas kendaraan, lalu beliau memerintahkannya berhaji untuk sang ayah.
Dalil lain yang masyhur adalah riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah tentang Rasulullah yang mendengar seseorang bertalbiah atas nama Syubrumah. Beliau bertanya apakah orang itu sudah berhaji untuk dirinya sendiri; ketika dijawab belum, beliau memerintahkan agar ia berhaji untuk dirinya lebih dahulu, baru kemudian untuk Syubrumah. Dari riwayat inilah mayoritas ulama, termasuk kalangan Syafi'i dan Hanbali, menyimpulkan syarat bahwa pelaksana badal harus sudah menunaikan ibadah itu untuk dirinya sendiri. Sebagian ulama lain, seperti kalangan Hanafi, tetap membolehkannya meski dinilai makruh.
Agar adil, perlu disebut bahwa tidak semua ulama berpendapat sama. Sebagian ulama, termasuk sebagian kalangan Maliki, mensyaratkan adanya wasiat dari almarhum agar badal itu dipandang sah atau setidaknya tidak dimakruhkan. Bila Anda ragu atau mengikuti mazhab tertentu, menanyakannya kepada ulama atau penyuluh agama yang Anda percayai adalah langkah yang bijak. Kami tidak berada pada posisi memutuskan hal ini untuk Anda.
Pembahasan sejenis tentang mewakilkan ibadah umroh sudah kami tulis di apa boleh umroh diwakilkan dan badal umroh untuk siapa saja.
Apa Syarat Orang yang Melaksanakan Badal Umroh?
Syarat ini berlaku pada pelaksana, bukan pada almarhum. Ringkasnya:
| Syarat | Penjelasan |
|---|---|
| Sudah pernah umroh untuk diri sendiri | Disimpulkan dari riwayat Syubrumah. Pelaksana yang belum pernah umroh diperintahkan mendahulukan dirinya sendiri. |
| Muslim, berakal, dan mumayiz | Syarat dasar sahnya ibadah secara umum. |
| Niat atas nama almarhum sejak miqat | Niat ihram diucapkan untuk orang yang digantikan, bukan untuk diri sendiri. |
| Satu badal untuk satu orang | Satu rangkaian umroh tidak bisa diniatkan untuk dua almarhum sekaligus. |
| Menyempurnakan seluruh rukun | Ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul tetap dikerjakan utuh seperti umroh biasa. |
Untuk niatnya, pelaksana mengucapkan talbiah umroh dengan menyebut nama orang yang digantikan, misalnya "labbaika umratan an fulan", dengan "fulan" diganti nama almarhum. Rangkaian rukunnya sendiri tidak berubah, sebagaimana kami jelaskan di 6 rukun umroh dan tata cara umroh lengkap.
Bagaimana Alur Mengurus Badal Umroh Lewat Travel?
Sebagian keluarga meminta kerabat yang kebetulan sedang berangkat umroh untuk membadalkan. Itu sah dan paling sederhana. Bila tidak ada kerabat yang berangkat, barulah keluarga menggunakan jasa penyelenggara. Alurnya biasanya begini:
- Konsultasi dan penyerahan data almarhum. Keluarga menyampaikan nama lengkap almarhum beserta nama ayahnya sesuai yang dikenal, untuk dipakai dalam niat.
- Kesepakatan biaya dan ketentuan. Pastikan tertulis, termasuk perkiraan waktu pelaksanaan dan apa yang akan Anda terima setelahnya.
- Penugasan pelaksana di Tanah Suci. Tanyakan siapa yang akan melaksanakan dan pastikan ia sudah pernah berumroh untuk dirinya sendiri.
- Pelaksanaan badal umroh dengan niat atas nama almarhum sejak miqat, lalu menyempurnakan seluruh rukunnya.
- Laporan dan dokumentasi dikirim kepada keluarga sebagai konfirmasi bahwa amanah sudah ditunaikan.
Rahmah Travel melayani badal umroh dengan alur serupa: pendampingan admin dari awal sampai laporan selesai, pelaksanaan oleh mitra di Tanah Suci, serta dokumentasi dan konfirmasi pelaksanaan yang dikirimkan kepada keluarga. Rincian layanan dan biayanya dapat Anda baca langsung di halaman badal umroh Rahmah Travel, yang per 29 Oktober 2026 mencantumkan harga jasa badal umroh Rp2.500.000. Biaya dapat berubah, jadi konfirmasikan dulu sebelum menyetor.
Apa Tanda Layanan Badal Umroh yang Perlu Diwaspadai?
Badal umroh adalah layanan yang pelaksanaannya terjadi ribuan kilometer dari keluarga, sehingga kepercayaan menjadi segalanya. Sayangnya, celah itu kadang dimanfaatkan. Beberapa tanda yang perlu Anda waspadai:
- Penyelenggara tidak jelas badan hukumnya dan pembayaran diminta ke rekening pribadi.
- Menolak menjelaskan siapa pelaksananya atau tidak bisa memastikan pelaksana sudah pernah berumroh.
- Menjanjikan "paket borongan" untuk banyak almarhum sekaligus dalam satu kali umroh.
- Tidak memberikan laporan apa pun setelah pelaksanaan, atau laporannya berupa foto umum yang tidak berkaitan.
- Menjanjikan hal yang berada di luar kuasa manusia, misalnya kepastian diterimanya ibadah. Tidak ada pihak yang berhak menjamin hal tersebut.
Untuk memastikan legalitas penyelenggara, status izin PPIU dapat dicek di aplikasi SatuHaji milik Kementerian Haji dan Umrah. Cara mengeceknya langkah demi langkah ada di cara cek izin PPIU travel umroh. Bila terjadi masalah, laporkan ke kantor Kemenhaj setempat melalui kanal pengaduan resmi yang tercantum di haji.go.id, dan ke kepolisian bila sudah ada kerugian.
Apakah Sertifikat Badal Umroh Wajib Ada?
Sertifikat badal umroh bukan syarat sah ibadah. Keabsahan badal ditentukan oleh niat dan kesempurnaan rukun yang dikerjakan pelaksana, bukan oleh selembar dokumen. Fungsi sertifikat atau laporan pelaksanaan adalah sebagai bukti administratif dan penenang hati keluarga bahwa amanah sudah ditunaikan.
Meski begitu, kami menyarankan Anda tetap meminta laporan tertulis beserta dokumentasinya. Bukan karena ibadahnya bergantung pada itu, melainkan karena Anda berhak tahu bahwa uang dan amanah Anda benar-benar dijalankan. Penyelenggara yang amanah tidak akan keberatan memberikannya.
Bagaimana Jika Anda Ingin Berangkat Sendiri untuk Membadalkan?
Ini pilihan yang banyak diambil anak-anak yang ingin membadalkan orang tuanya secara langsung. Syaratnya tetap sama: Anda harus sudah pernah menunaikan umroh untuk diri sendiri lebih dahulu. Bila belum, umroh pertama Anda diniatkan untuk diri sendiri, dan badal untuk almarhum dapat dikerjakan pada kesempatan berikutnya, termasuk dengan mengambil miqat ulang dari Tan'im saat masih berada di Makkah.
Bila Anda memilih jalur ini, jadwal dan kisaran biaya keberangkatan dapat dilihat di halaman jadwal dan biaya umroh 2026-2027. Berdasarkan data paket situs kami per 29 Oktober 2026, tersedia lebih dari 140 jadwal keberangkatan dari November 2026 sampai Juli 2027, dengan paket all in yang mencakup tiket pesawat, visa, hotel, makan, dan muthawwif mulai Rp23.900.000 per jamaah. Pilihan paketnya ada di halaman paket umroh.
Rahmah Travel adalah merek PT Rahmah Grup Internasional dengan izin PPIU No. 16112300553370003 yang dapat Anda cek sendiri di aplikasi SatuHaji. Sejak 28 Juni 2026, dana jamaah dikelola lewat skema escrow bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), yakni dana ditahan pihak ketiga dan diteruskan setelah layanan diberikan. Perlu kami sebutkan batasannya dengan jujur: escrow menutup celah dana jamaah bercampur dengan operasional travel, tetapi tidak dapat menjamin penerbitan visa maupun jadwal penerbangan yang tetap bergantung pada otoritas Arab Saudi dan maskapai.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah boleh umroh untuk orang yang sudah meninggal?
Boleh menurut jumhur ulama. Umroh yang dikerjakan atas nama orang yang telah wafat disebut badal umroh, dan dasarnya disandarkan pada hadis masyhur tentang badal haji riwayat Bukhari dan Muslim. Sebagian ulama berpendapat berbeda dan mensyaratkan adanya wasiat dari almarhum.
Apakah satu kali badal umroh bisa untuk dua orang almarhum?
Tidak. Satu rangkaian badal umroh hanya sah untuk satu orang, karena niat ihram disebutkan atas nama satu orang tertentu. Untuk dua almarhum, diperlukan dua kali pelaksanaan umroh yang terpisah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah boleh umroh untuk orang yang sudah meninggal?
Boleh menurut jumhur ulama. Umroh yang dikerjakan atas nama orang yang telah wafat disebut badal umroh, dan dasarnya disandarkan pada hadis masyhur tentang badal haji riwayat Bukhari dan Muslim. Sebagian ulama berpendapat berbeda dan mensyaratkan adanya wasiat dari almarhum.
Siapa yang boleh melaksanakan badal umroh?
Pelaksana badal umroh harus seorang muslim yang berakal dan sudah pernah menunaikan umroh untuk dirinya sendiri. Syarat ini disimpulkan mayoritas ulama dari riwayat Syubrumah, ketika Rasulullah memerintahkan seseorang berhaji untuk dirinya lebih dahulu sebelum menggantikan orang lain.
Apakah satu kali badal umroh bisa untuk dua orang almarhum?
Tidak. Satu rangkaian badal umroh hanya sah untuk satu orang, karena niat ihram disebutkan atas nama satu orang tertentu. Untuk dua almarhum, diperlukan dua kali pelaksanaan umroh yang terpisah.
Bagaimana lafal niat badal umroh untuk orang yang sudah meninggal?
Pelaksana mengucapkan talbiah umroh dengan menyebut nama orang yang digantikan, misalnya labbaika umratan an fulan, dengan kata fulan diganti nama almarhum. Niat ini diucapkan sejak berihram di miqat.
Apakah sertifikat badal umroh wajib ada?
Tidak wajib dan bukan syarat sah ibadah. Keabsahan badal ditentukan oleh niat dan kesempurnaan rukun yang dikerjakan pelaksana. Sertifikat atau laporan pelaksanaan berfungsi sebagai bukti administratif dan penenang hati keluarga.
Bagaimana cara memastikan layanan badal umroh tidak fiktif?
Pastikan penyelenggaranya berbadan hukum dan izin PPIU-nya terdaftar, cek statusnya di aplikasi SatuHaji milik Kementerian Haji dan Umrah, bayar ke rekening perusahaan, minta kesepakatan tertulis, dan mintalah laporan serta dokumentasi pelaksanaan setelah selesai.
Bolehkah anak membadalkan umroh untuk orang tuanya sendiri?
Boleh, bahkan ini yang paling banyak dilakukan. Syaratnya sang anak sudah pernah menunaikan umroh untuk dirinya sendiri lebih dahulu. Bila belum, umroh pertama diniatkan untuk diri sendiri dan badal dikerjakan pada kesempatan berikutnya.
Apa bedanya badal umroh dengan menghadiahkan pahala umroh?
Pada badal umroh, ibadah diniatkan atas nama orang yang digantikan sejak miqat. Pada umroh biasa yang pahalanya dihadiahkan, ibadah tetap diniatkan untuk diri sendiri lalu pahalanya dimohonkan untuk almarhum. Keduanya berbeda niat sejak awal.
Masih butuh arahan sebelum memilih paket?
Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.
Tentang artikel ini
Tim Redaksi Rahmah Travel
Artikel ini diterbitkan dan menjadi tanggung jawab Tim Redaksi Rahmah Travel. Cara kami menyusun artikel, termasuk penggunaan alat bantu AI, pemeriksaan fakta, dan pembaruan, dijelaskan di Kebijakan Editorial. Informasi harga dan jadwal bisa berubah; rujukan terbarunya ada di Jadwal & Biaya Umroh.