Cara Mengurus Paspor untuk Umroh 2026: Syarat Lengkap - Rahmah Travel
Umroh & Haji

Syarat dan Cara Mengurus Paspor untuk Umroh Terbaru

Bingung cara mengurus paspor untuk umroh? Ini panduan lengkap syarat dokumen, biaya terbaru, aturan nama 3 kata, dan langkah daftar lewat M-Paspor.

AR
Tim editorial Rahmah Travel · PPIU resmi Kemenag RI
Syarat dan Cara Mengurus Paspor untuk Umroh Terbaru
PPIU
Resmi Kemenag RI
IATA
Terdaftar & Terakreditasi
Umroh
Reguler dan Private
3
Pembaca Artikel

Cara mengurus paspor untuk umroh sebenarnya tidak jauh berbeda dari mengurus paspor biasa — tapi ada beberapa aturan tambahan yang kalau terlewat bisa bikin proses pengajuan visa tertunda, bahkan ditolak. Yang paling sering jadi masalah: nama di paspor yang cuma satu atau dua kata, padahal pemerintah Arab Saudi mensyaratkan nama jamaah tercantum minimal tiga kata.

Artikel ini membahas langkah-langkah lengkap mengurus paspor untuk umroh, mulai dari dokumen yang perlu disiapkan, cara daftar online lewat aplikasi M-Paspor, sampai estimasi biaya dan waktu yang realistis. Tujuannya supaya calon jamaah tidak perlu bolak-balik kantor imigrasi karena ada berkas yang kurang atau data yang tidak sinkron.

Kenapa Paspor Jadi Dokumen Pertama yang Harus Diurus

Paspor adalah fondasi dari seluruh proses administrasi umroh. Visa, tiket pesawat, sampai jadwal keberangkatan semuanya baru bisa diproses setelah paspor jamaah sudah di tangan dan datanya valid. Kalau paspor bermasalah — entah masa berlakunya mepet, entah nama belum sesuai ketentuan — seluruh rangkaian proses berikutnya ikut molor.

Banyak calon jamaah baru sadar ada masalah di paspornya justru saat travel sudah mulai mengurus visa, padahal waktu tersisa sudah semakin sempit. Ini yang bikin tim Rahmah Travel selalu mengingatkan jamaah untuk cek kondisi paspor sejak jauh-jauh hari, bukan menunggu H-1 bulan keberangkatan.

Syarat Dokumen untuk Mengurus Paspor Umroh

Sebelum datang ke kantor imigrasi atau mendaftar lewat aplikasi, siapkan dokumen berikut dalam bentuk asli dan fotokopi:

  • KTP elektronik yang masih berlaku, sesuai domisili

  • Kartu Keluarga (KK) terbaru

  • Akta kelahiran, ijazah, atau buku nikah sebagai dokumen pendukung untuk mencocokkan nama, tempat, dan tanggal lahir

  • Surat rekomendasi dari PPIU (biro travel umroh resmi) sebagai bukti bahwa pengajuan paspor terkait keperluan ibadah

Satu hal yang paling sering bikin proses tertunda: perbedaan ejaan nama, tempat lahir, atau tanggal lahir antar dokumen. Kalau ditemukan ketidaksesuaian, sebaiknya diurus dulu ke instansi terkait — kelurahan untuk KK, KUA untuk buku nikah — sebelum mengajukan paspor, supaya tidak bolak-balik.

Aturan Nama Minimal 3 Kata di Paspor untuk Visa Umroh

Ini bagian yang paling sering luput dari perhatian jamaah yang baru pertama kali berangkat. Pemerintah Arab Saudi mewajibkan nama yang tercantum di paspor terdiri dari minimal tiga kata untuk keperluan visa umroh dan haji. Aturan ini dibuat supaya sistem identifikasi jamaah dari berbagai negara lebih mudah dan tidak tertukar.

Kalau nama Anda di KTP atau akta kelahiran cuma satu atau dua kata — misalnya cuma "Siti" atau "Ahmad Fauzi" — Anda perlu mengajukan penambahan nama (addendum) di kantor imigrasi sebelum paspor diterbitkan. Biasanya nama tambahan diambil dari nama ayah atau kakek, dan harus tercatat resmi di dokumen pendukung seperti akta kelahiran atau ijazah.

Prosesnya tidak rumit, tapi butuh waktu tambahan karena ada verifikasi dokumen pendukung. Karena itu, cek nama di paspor Anda sejak awal — jangan menunggu sampai proses pengurusan visa baru ketahuan masalahnya, karena di titik itu waktu yang tersisa biasanya sudah mepet.

Cara Mengurus Paspor lewat Aplikasi M-Paspor

Proses pengajuan paspor sekarang hampir seluruhnya bisa dilakukan lewat aplikasi resmi M-Paspor, tanpa perlu antre fisik di kantor imigrasi sejak awal. Berikut tahapannya:

  1. Unduh aplikasi M-Paspor dari App Store atau Google Play, lalu buat akun menggunakan email aktif.

  2. Isi data diri sesuai KTP dan unggah dokumen yang diminta — KTP, KK, dan dokumen pendukung lain dalam format foto atau scan yang jelas.

  3. Pilih kantor imigrasi dan jadwal wawancara sesuai kuota yang tersedia. Kuota ini sering jadi kendala karena cepat penuh, terutama menjelang akhir bulan saat jadwal baru dibuka.

  4. Lakukan pembayaran sesuai kode billing yang muncul di aplikasi. Batas waktu pembayaran biasanya hanya dua jam — lewat dari itu, pengajuan otomatis batal dan harus mengulang dari awal.

  5. Datang sesuai jadwal ke kantor imigrasi dengan membawa dokumen asli dan fotokopi. Di sana akan dilakukan wawancara singkat, pengambilan foto, dan rekam biometrik.

  6. Tunggu proses pencetakan, biasanya tiga sampai empat hari kerja untuk layanan reguler, atau selesai hari yang sama untuk layanan percepatan dengan biaya tambahan.

Kalau kuota online sulit didapat, alternatifnya datang langsung ke kantor imigrasi untuk pengajuan manual, meski biasanya harus mengikuti antrean lebih panjang.

Biaya dan Estimasi Waktu Pembuatan Paspor Terbaru

Berdasarkan tarif resmi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), berikut kisaran biaya paspor yang berlaku:

  • Paspor biasa non-elektronik (masa berlaku 5 tahun): Rp350.000

  • E-paspor / e-paspor polikarbonat (masa berlaku 10 tahun): Rp650.000

  • Layanan percepatan (selesai hari yang sama): ada biaya tambahan di luar tarif normal

Untuk keperluan umroh, banyak jamaah memilih e-paspor polikarbonat karena masa berlakunya lebih panjang dan datanya dicetak dengan teknologi laser yang lebih tahan lama serta sulit dipalsukan. Semua pembayaran dilakukan lewat kode billing resmi ke bank, bukan ke petugas secara langsung — jadi kalau ada pihak yang menawarkan jasa dengan biaya di luar tarif resmi, sebaiknya dihindari.

Soal waktu, layanan reguler biasanya memakan waktu tiga sampai empat hari kerja setelah proses wawancara dan biometrik selesai. Tapi ini belum termasuk waktu menunggu jadwal wawancara, yang kadang perlu menunggu beberapa minggu tergantung ketersediaan kuota di kantor imigrasi pilihan.

Perbedaan Paspor Biasa dan e-Paspor untuk Kebutuhan Umroh

Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya paham dulu perbedaan mendasar antara paspor non-elektronik dan e-paspor. Keduanya sama-sama sah digunakan untuk perjalanan ke luar negeri, termasuk umroh, dan sama-sama diterbitkan lewat sistem yang sama di kantor imigrasi. Bedanya ada di teknologi yang disematkan.

Paspor non-elektronik masih menggunakan halaman identitas berbahan kertas yang dilaminasi, dengan masa berlaku lima tahun. E-paspor, khususnya jenis polikarbonat yang mulai banyak diterbitkan belakangan ini, punya halaman identitas berbahan plastik tebal yang datanya dicetak dengan teknologi laser — mirip kartu identitas modern. Bahan ini jauh lebih tahan air, tidak mudah rusak selama perjalanan panjang, dan lebih sulit dipalsukan karena sistem pemindai di bandara maupun kantor imigrasi negara tujuan bisa membacanya secara otomatis.

Untuk kebutuhan umroh yang biasanya melibatkan perjalanan berulang ke luar negeri dalam beberapa tahun ke depan, e-paspor dengan masa berlaku sepuluh tahun jelas lebih praktis dibanding harus mengurus ulang setiap lima tahun. Selisih biayanya pun tidak terlalu jauh, jadi banyak jamaah yang akhirnya memilih e-paspor sejak awal, terutama kalau berencana umroh lebih dari sekali.

Kapan Waktu Ideal Mengurus Paspor Sebelum Berangkat Umroh

Paspor untuk umroh disyaratkan masih berlaku minimal tujuh bulan sejak tanggal keberangkatan. Kalau paspor lama Anda sudah mendekati batas itu, sebaiknya langsung diperpanjang, bukan ditunggu sampai mepet.

Untuk yang belum punya paspor sama sekali, idealnya proses pengurusan dimulai tiga sampai enam bulan sebelum jadwal keberangkatan. Rentang waktu ini memberi ruang untuk hal-hal tak terduga — mulai dari kuota wawancara yang penuh, dokumen pendukung yang ternyata perlu diperbaiki, sampai proses penambahan nama kalau nama Anda belum memenuhi syarat tiga kata.

Semakin dekat ke tanggal keberangkatan, semakin terbatas juga opsi yang tersedia kalau ada kendala di tengah jalan. Mengurus paspor jauh-jauh hari juga memberi waktu lebih tenang untuk fokus ke persiapan lain seperti manasik dan pengetahuan ibadah, bukan sibuk mengejar dokumen di detik-detik terakhir.

Sebagai gambaran umum, jamaah yang mendaftar program umroh biasanya diminta menyerahkan paspor paling lambat satu-dua bulan sebelum keberangkatan supaya proses visa dan pengecekan allotment penerbangan bisa berjalan tanpa terburu-buru. Kalau paspor baru selesai mepet ke tenggat itu, risikonya bukan cuma soal visa yang tertunda, tapi juga pilihan jadwal penerbangan yang jadi lebih terbatas.

Kesalahan Umum yang Bikin Pengajuan Paspor Ditolak atau Tertunda

Beberapa kesalahan ini terlihat sepele tapi paling sering jadi penyebab pengajuan paspor jamaah tertunda:

Data tidak sinkron antar dokumen. Perbedaan ejaan nama, tanggal lahir, atau tempat lahir di KTP, KK, dan akta kelahiran adalah penyebab paling umum pengajuan dikembalikan petugas.

Baru sadar nama kurang dari tiga kata saat proses visa sudah berjalan. Ini bikin proses jadi dua kali kerja — harus balik dulu ke imigrasi untuk penambahan nama, baru bisa lanjut ke tahap visa.

Telat membayar kode billing. Batas waktu pembayaran cuma dua jam setelah pengajuan online. Banyak yang lupa dan akhirnya harus mengulang proses pendaftaran dari nol.

Foto atau dokumen yang diunggah kurang jelas. Sistem M-Paspor cukup ketat soal kualitas gambar dokumen yang diunggah; foto buram atau terpotong bisa membuat verifikasi gagal dan proses jadi lebih lama.

Menunda pengurusan sampai mendekati keberangkatan. Kuota wawancara yang terbatas membuat jamaah yang baru mengurus H-1 bulan sering kesulitan mendapat jadwal, apalagi kalau ternyata masih ada dokumen yang perlu diperbaiki.

Kenapa memilih Rahmah Travel? Sudah lebih dari 10.000 jamaah merasakan tenangnya berumroh bersama Rahmah Travel — PPIU resmi Kemenag No. 16611230055337003, terakreditasi A, dan tersertifikasi IATA. Paket umroh murah dengan pelayanan profesional, sistem teknologi modern, dan tim muda yang ramah serta cekatan.

Umroh yang sudah pasti murahnya pelayanan bagus dan pasti berangkat itu Rahmah Travel.

Baca Juga
Artikel Terkait Panduan Packing Koper Umroh: Apa yang Wajib, Apa yang Sebaiknya Tidak Dibawa Artikel Terupdate Tips menghindari calo dan travel umroh abal-abal — cara memilih travel resmi (cek izin PPIU Kemenag) Artikel Terkait Kenapa Orang Saudi Suka Memberi Kurma dan Kopi ke Tamu? Ini Maknanya Artikel Terkait Makna di Balik Setiap Rukun Umroh yang Jarang Dijelaskan Tuntas
FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah nama di paspor wajib tiga kata untuk semua orang yang mau umroh?

Ya, ini syarat khusus dari pemerintah Arab Saudi untuk visa umroh dan haji. Kalau nama Anda kurang dari tiga kata, perlu diajukan penambahan nama di kantor imigrasi sebelum paspor diterbitkan.

Berapa lama proses mengurus paspor untuk umroh dari awal sampai jadi?

Untuk layanan reguler, prosesnya sekitar tiga sampai empat hari kerja setelah wawancara. Tapi total waktu bisa lebih lama tergantung antrean jadwal wawancara di kantor imigrasi yang dipilih.

Apakah bisa mengurus paspor tanpa lewat aplikasi M-Paspor?

Bisa, dengan datang langsung ke kantor imigrasi untuk pengajuan manual. Tapi jalur ini biasanya lebih memakan waktu karena harus mengikuti antrean langsung di lokasi.

Kalau nama saya cuma satu kata, apa harus ganti nama sepenuhnya?

Tidak perlu ganti nama. Cukup ditambahkan nama ayah atau kakek supaya total jadi tiga kata, dengan dasar dokumen pendukung seperti akta kelahiran atau ijazah.

Berapa masa berlaku paspor yang disyaratkan untuk berangkat umroh?

Minimal tujuh bulan sejak tanggal keberangkatan. Kalau paspor Anda mendekati batas ini, sebaiknya segera diperpanjang sebelum mendaftar program umroh.

Konsultasi Langsung

Masih butuh arahan sebelum memilih paket?

Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.