Penjelasan lengkap syarat haji dan umroh dari dua sisi: syarat wajib menurut fikih (Islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu) serta syarat administratif yang berlaku bagi jamaah Indonesia, mulai paspor, visa, sampai ketentuan kesehatan Arab Saudi. Dilengkapi tabel perbandingan dan catatan untuk wanita, anak, dan lansia.
- Apa Saja Syarat Haji dan Umroh dalam Fikih?
- Apakah Umroh Wajib atau Hanya Sunnah?
- Apa Itu Istithaah dan Bagaimana Mengukurnya?
- Apa Syarat Dokumen Umroh dari Indonesia?
- Apa Syarat Kesehatan Umroh dan Haji ke Arab Saudi?
- Apa Bedanya Syarat Haji dan Syarat Umroh?
- Bagaimana Syarat untuk Wanita, Anak, dan Lansia?
- Bagaimana Rahmah Travel Membantu Pemenuhan Syarat Ini?
- Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Syarat haji dan umroh terbagi dua: syarat wajib menurut fikih dan syarat administratif negara. Dalam fikih ada lima syarat wajib, yaitu Islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu (istithaah). Secara administratif, jamaah Indonesia membutuhkan paspor, visa, serta bukti vaksinasi sesuai ketentuan Arab Saudi.
- Syarat wajib fikih: Islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu. Anak yang belum baligh sah berhaji atau berumroh, tetapi belum menggugurkan kewajiban saat dewasa.
- Istithaah mencakup kemampuan harta, fisik, dan keamanan perjalanan, bukan hanya cukup uang.
- Dokumen umroh: paspor masih berlaku, visa umrah, dan paket layanan dari penyedia resmi. Rahmah Travel mensyaratkan paspor berlaku minimal 7 bulan saat berangkat.
- Kesehatan: vaksin meningitis ACYW wajib bagi semua jamaah umrah, dan pendatang dari Indonesia wajib minimal satu dosis vaksin polio suntik.
- Beda utama: haji terikat waktu (puncaknya 9 Dzulhijjah) dan kuota negara, sedangkan umroh bisa sepanjang musim umrah yang ditetapkan Arab Saudi.
Apa Saja Syarat Haji dan Umroh dalam Fikih?
Para ulama merumuskan lima syarat wajib yang membuat seseorang terkena kewajiban haji, dan syarat yang sama dipakai untuk umroh. Kelimanya adalah:
- Islam. Haji dan umroh adalah ibadah yang hanya sah dikerjakan muslim.
- Berakal. Orang yang hilang akal tidak terkena kewajiban ibadah.
- Baligh. Anak yang belum baligh tetap sah bila diikutkan, tetapi hajinya tidak menggugurkan kewajiban haji setelah dewasa.
- Merdeka, yaitu bukan hamba sahaya. Syarat ini tetap disebutkan dalam kitab fikih klasik meski konteksnya tidak lagi ditemukan hari ini.
- Mampu (istithaah). Inilah syarat yang paling sering menjadi pertanyaan, dan dijelaskan terpisah di bawah.
Dasar kewajiban haji bagi yang mampu disebut tegas dalam Al-Qur'an:
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
“Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.” (QS. Ali 'Imran: 97)
Haji juga disebut sebagai salah satu rukun Islam dalam hadits yang masyhur:
بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ
“Islam dibangun diatas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadlan” (HR. Bukhari no. 8)
Perlu dicatat, syarat wajib berbeda dari rukun ibadah. Syarat wajib menentukan siapa yang terkena kewajiban, sedangkan rukun menentukan sah atau tidaknya pelaksanaan. Rukun umroh meliputi ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul, yang urutannya kami bahas di panduan tata cara umroh lengkap.
Apakah Umroh Wajib atau Hanya Sunnah?
Ini masalah khilafiyah, dan kedua pendapat dipegang ulama besar. Mazhab Syafi'i dan Hanbali menilai umroh wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, sebagaimana dibahas dalam Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi dan Al-Mughni karya Ibnu Qudamah. Mazhab Hanafi dan Maliki menilainya sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan tetapi tidak berdosa bila ditinggalkan; perbandingan dalilnya dapat ditemukan dalam Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd.
Titik perdebatannya ada pada cara memahami perintah menyempurnakan haji dan umrah berikut:
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ࣖ
“Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Akan tetapi, jika kamu terkepung (oleh musuh), (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamatu’), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Ketentuan itu berlaku bagi orang yang keluarganya tidak menetap di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 196)
Kami tidak dalam posisi memvonis salah satu pendapat. Yang praktis bagi pembaca: apa pun pendapat yang Anda ikuti, syarat pelaksanaannya sama, dan nilai ibadahnya tidak berkurang. Pembahasan hukumnya secara lebih luas ada di artikel hukum melaksanakan ibadah haji dan umroh.
Apa Itu Istithaah dan Bagaimana Mengukurnya?
Istithaah adalah kemampuan untuk menunaikan ibadah haji atau umroh, dan para ulama memahaminya mencakup tiga hal sekaligus.
- Mampu secara harta. Biaya perjalanan terpenuhi tanpa menelantarkan nafkah keluarga dan kewajiban utang yang jatuh tempo.
- Mampu secara fisik. Kondisi badan sanggup menempuh perjalanan jauh, berjalan kaki cukup panjang, dan menahan perbedaan suhu.
- Aman dalam perjalanan. Rute dan kondisi tujuan memungkinkan untuk ditempuh dengan selamat.
Dalam penyelenggaraan haji Indonesia, istithaah kesehatan diperiksa melalui pemeriksaan medis bertahap sebelum keberangkatan, dan menjadi perhatian utama pada persiapan haji 1448 H/2027 M. Prinsipnya bukan menggagalkan jamaah, melainkan mencegah jamaah berangkat dalam kondisi yang membahayakan dirinya sendiri.
Untuk umroh, tidak ada pemeriksaan istithaah seketat haji. Namun jamaah dengan penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mendaftar. Jamaah lansia dan keluarganya bisa membaca persiapan khusus di panduan keluarga untuk umroh lansia.
Apa Syarat Dokumen Umroh dari Indonesia?
Syarat dokumen umroh jauh lebih sederhana daripada haji karena tidak ada kuota negara. Yang dibutuhkan jamaah umroh Indonesia pada umumnya:
- Paspor yang masih berlaku. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 mensyaratkan paspor berlaku paling singkat 6 bulan dari tanggal berangkat untuk jalur umrah mandiri. Rahmah Travel menetapkan ketentuan lebih longgar bagi jamaah, yaitu paspor berlaku minimal 7 bulan saat berangkat, agar tidak mepet dengan proses dokumen.
- Visa umrah. Visa kini diterbitkan elektronik dengan kode QR, bukan ditempel di paspor. Jalur, masa berlaku, dan ketentuannya kami rinci di panduan visa umroh.
- Bukti paket layanan dari penyelenggara resmi, baik melalui PPIU maupun penyedia layanan di platform resmi Arab Saudi.
- Kartu vaksinasi sesuai ketentuan kesehatan Arab Saudi.
- Surat keterangan sehat dari dokter bagi jalur umrah mandiri, sebagaimana diatur UU Nomor 14 Tahun 2025.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 menetapkan bahwa perjalanan ibadah umrah dapat dilakukan melalui PPIU atau secara mandiri (teks resmi UU 14/2025). Keduanya legal. Yang membedakan adalah cakupan pelindungan: jamaah umrah mandiri tidak memperoleh pelindungan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi serta paket asuransi seperti jamaah PPIU, dan haknya mengikuti perjanjian dengan penyedia layanan. Bila Anda memilih jalur mandiri tetapi ingin visanya diurus pihak berizin, layanan itu tersedia di halaman visa umroh mandiri.
Apa Syarat Kesehatan Umroh dan Haji ke Arab Saudi?
Ketentuan kesehatan Arab Saudi untuk jamaah umrah 1447 H mengatur beberapa hal berikut. Dokumen rujukannya diterbitkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
| Jenis | Ketentuan | Status |
|---|---|---|
| Meningitis (meningokokus ACYW) | Vaksin konjugat ACYW maksimal 5 tahun terakhir atau polisakarida ACYW maksimal 3 tahun terakhir, paling lambat 10 hari sebelum tiba | Wajib semua jamaah |
| Polio | Minimal 1 dosis vaksin polio suntik (IPV) untuk semua pendatang dari Indonesia, segala usia; dianjurkan dalam 12 bulan terakhir | Wajib |
| COVID-19 | Bukti vaksin atau kekebalan hanya untuk usia di atas 65 tahun, kehamilan, dan penyakit kronis tertentu | Wajib bersyarat |
| Influenza musiman | Dianjurkan, terutama bagi jamaah berisiko | Anjuran |
Rinciannya dapat dibaca pada dokumen ketentuan kesehatan umrah Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Karena dokumen untuk 1448 H belum kami temukan saat artikel ini ditulis pada 1 November 2026, pastikan kembali ketentuan terbaru ke Balai Kekarantinaan Kesehatan atau travel Anda menjelang keberangkatan. Hal-hal yang sering disepelekan jamaah kami kumpulkan di catatan tentang vaksin meningitis umroh.
Apa Bedanya Syarat Haji dan Syarat Umroh?
Syarat wajib fikihnya sama, tetapi syarat teknis dan administratifnya berbeda jauh. Inilah perbandingannya.
| Aspek | Haji | Umroh |
|---|---|---|
| Waktu pelaksanaan | Terikat bulan haji, puncaknya wukuf 9 Dzulhijjah | Sepanjang musim umrah yang ditetapkan Arab Saudi |
| Kuota | Dibatasi kuota per negara, ada daftar tunggu panjang | Tidak ada kuota nasional |
| Pemeriksaan kesehatan | Istithaah kesehatan berjenjang sebelum pelunasan | Tidak berjenjang, mengikuti ketentuan vaksin Saudi |
| Rangkaian ibadah | Termasuk wukuf, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melempar jumrah | Ihram, tawaf, sa'i, tahallul |
| Durasi | Rata-rata 38 sampai 40 hari untuk jamaah Indonesia | Umumnya 8 sampai 16 hari |
| Jalur mandiri | Hanya jalur resmi pemerintah dan haji khusus | Boleh melalui PPIU atau mandiri sesuai UU 14/2025 |
Bagaimana Syarat untuk Wanita, Anak, dan Lansia?
Tiga kelompok ini paling sering menimbulkan pertanyaan, dan jawabannya tidak seragam.
Wanita. Soal mahram terdapat perbedaan pendapat. Mazhab Hanafi dan Hanbali umumnya mensyaratkan mahram atau suami, sementara mazhab Syafi'i dan Maliki membolehkan keberangkatan bersama kelompok wanita yang terpercaya dengan syarat keamanan terpenuhi. Kami menyarankan Anda menanyakan hal ini kepada ulama yang Anda rujuk, sekaligus memastikan ketentuan teknis yang berlaku ke travel atau kanal resmi, karena aturan keimigrasian dapat berubah.
Anak. Anak yang belum baligh sah diikutkan dan ibadahnya tetap bernilai, namun tidak menggugurkan kewajiban haji setelah dewasa. Pertimbangan praktis membawa anak kecil ada di pembahasan umroh bersama bayi dan anak kecil.
Lansia. Tidak ada batas usia maksimal dalam fikih. Yang menjadi pertimbangan adalah istithaah fisik: kemampuan berjalan, riwayat penyakit, dan ketersediaan pendamping. Untuk jamaah lansia, pilihan rombongan kecil sering lebih nyaman daripada rombongan besar, dan opsinya tersedia di halaman paket umroh private.
Bagaimana Rahmah Travel Membantu Pemenuhan Syarat Ini?
Rahmah Travel (PT Rahmah Grup Internasional) adalah PPIU berizin No. 16112300553370003, dan statusnya dapat Anda cek sendiri melalui aplikasi Satu Haji milik Kementerian Haji dan Umrah. Dari pengalaman melayani jamaah sejak keberangkatan perdana Oktober 2023, dua syarat yang paling sering membuat jamaah tertahan adalah masa berlaku paspor yang mepet dan kartu vaksin yang belum lengkap.
Karena itu urusan visa kami tangani sebagai provider visa umroh resmi, dan jamaah yang baru pertama kali umroh mendapat manasik serta pendampingan grup WhatsApp selama perjalanan. Harga dan jadwal keberangkatan terbuka di halaman jadwal dan biaya umroh dan paket umroh, sehingga Anda bisa mengukur kesiapan dana sebelum mendaftar. Bila dananya belum terkumpul, skema tabung umroh bisa menjadi langkah awal.
Satu catatan jujur: kami tidak bisa menjanjikan apa pun soal penerbitan visa dan jadwal penerbangan, karena keduanya kewenangan otoritas Arab Saudi dan maskapai. Yang bisa kami pastikan adalah proses dokumen dikerjakan pihak berizin dan Anda diberi tahu di setiap tahapnya.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa saja syarat haji dan umroh yang wajib dipenuhi?
Dalam fikih ada lima syarat wajib: Islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu atau istithaah. Secara administratif, jamaah Indonesia membutuhkan paspor yang masih berlaku, visa umrah atau porsi haji resmi, bukti paket layanan dari penyedia resmi, dan kartu vaksinasi sesuai ketentuan Arab Saudi.
Apakah umroh wajib seperti haji?
Ulama berbeda pendapat. Mazhab Syafi'i dan Hanbali menilai umroh wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, sedangkan mazhab Hanafi dan Maliki menilainya sunnah muakkadah. Syarat dan cara pelaksanaannya sama, apa pun pendapat yang diikuti.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja syarat haji dan umroh yang wajib dipenuhi?
Dalam fikih ada lima syarat wajib: Islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu atau istithaah. Secara administratif, jamaah Indonesia membutuhkan paspor yang masih berlaku, visa umrah atau porsi haji resmi, bukti paket layanan dari penyedia resmi, dan kartu vaksinasi sesuai ketentuan Arab Saudi.
Apakah umroh wajib seperti haji?
Ulama berbeda pendapat. Mazhab Syafi'i dan Hanbali menilai umroh wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, sedangkan mazhab Hanafi dan Maliki menilainya sunnah muakkadah. Syarat dan cara pelaksanaannya sama, apa pun pendapat yang diikuti.
Apa itu istithaah dalam syarat haji?
Istithaah adalah kemampuan menunaikan ibadah, yang mencakup tiga hal: mampu secara harta tanpa menelantarkan nafkah keluarga, mampu secara fisik menempuh perjalanan, dan aman dalam perjalanan. Dalam penyelenggaraan haji Indonesia, istithaah kesehatan diperiksa melalui pemeriksaan medis bertahap sebelum keberangkatan.
Berapa lama paspor harus berlaku untuk umroh?
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 mensyaratkan paspor berlaku paling singkat 6 bulan dari tanggal berangkat untuk jalur umrah mandiri. Rahmah Travel menetapkan ketentuan paspor berlaku minimal 7 bulan saat berangkat agar tidak mepet dengan proses dokumen.
Vaksin apa saja yang wajib untuk umroh?
Vaksin meningitis meningokokus ACYW wajib bagi semua jamaah umrah, dengan ketentuan konjugat maksimal 5 tahun terakhir atau polisakarida maksimal 3 tahun terakhir dan diberikan paling lambat 10 hari sebelum tiba. Semua pendatang dari Indonesia juga wajib minimal satu dosis vaksin polio suntik.
Apakah anak kecil sah diikutkan haji atau umroh?
Sah, dan ibadahnya tetap bernilai. Namun haji anak yang belum baligh tidak menggugurkan kewajiban haji setelah dia dewasa, sehingga bila mampu dia tetap perlu berhaji lagi di kemudian hari.
Apakah wanita boleh umroh tanpa mahram?
Ulama berbeda pendapat. Mazhab Hanafi dan Hanbali umumnya mensyaratkan mahram atau suami, sementara mazhab Syafi'i dan Maliki membolehkan keberangkatan bersama kelompok wanita terpercaya bila keamanan terpenuhi. Tanyakan kepada ulama yang Anda rujuk dan pastikan ketentuan teknis terbaru ke travel atau kanal resmi.
Apa beda syarat haji dengan syarat umroh?
Syarat wajib fikihnya sama. Bedanya pada sisi teknis: haji terikat waktu dengan puncak wukuf 9 Dzulhijjah, dibatasi kuota negara, dan melewati pemeriksaan istithaah kesehatan berjenjang. Umroh bisa dilakukan sepanjang musim umrah yang ditetapkan Arab Saudi, tanpa kuota nasional, dan boleh melalui PPIU maupun jalur mandiri sesuai UU 14/2025.
Masih butuh arahan sebelum memilih paket?
Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.
Tentang artikel ini
Tim Redaksi Rahmah Travel
Artikel ini diterbitkan dan menjadi tanggung jawab Tim Redaksi Rahmah Travel. Cara kami menyusun artikel, termasuk penggunaan alat bantu AI, pemeriksaan fakta, dan pembaruan, dijelaskan di Kebijakan Editorial. Informasi harga dan jadwal bisa berubah; rujukan terbarunya ada di Jadwal & Biaya Umroh.