Penjelasan lengkap haji tamattu: pengertian, urutan pelaksanaan, bedanya dengan haji qiran dan ifrad, kewajiban dam beserta dasar dalilnya, dan kanal resmi pembayaran dam menurut Surat Edaran Kementerian Haji dan Umrah Nomor S-50/BN/2026.
- Apa Itu Haji Tamattu dan Kenapa Paling Banyak Dipilih?
- Apa Bedanya Haji Tamattu, Qiran, dan Ifrad?
- Apakah Jamaah Boleh Memilih Jenis Hajinya Sendiri?
- Berapa Dam Haji Tamattu dan Bagaimana Cara Membayarnya?
- Kenapa Dam Tidak Boleh Lewat Jalur Tidak Resmi?
- Mana Jenis Haji yang Paling Utama Menurut Ulama?
- Apa Hubungan Haji Tamattu dengan Umroh yang Kita Kenal?
- Bagaimana Rahmah Travel Bisa Membantu Selama Masa Tunggu?
- Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa itu haji tamattu? Haji tamattu adalah haji yang didahului umroh dalam satu perjalanan: jamaah berihram untuk umroh dari miqat, menyelesaikan umrohnya, lalu berihram kembali untuk haji pada waktunya. Karena menggabungkan dua ibadah, jamaah haji tamattu wajib membayar dam. Inilah jenis haji yang dijalankan mayoritas jamaah Indonesia.
- Haji tamattu: umroh lebih dahulu, lalu haji. Wajib dam berupa menyembelih seekor kambing.
- Haji qiran: niat umroh dan haji digabung dalam satu ihram dari miqat. Juga wajib dam.
- Haji ifrad: haji saja tanpa umroh sebelumnya. Tidak wajib dam, kecuali melanggar larangan ihram.
- Jamaah Indonesia berhak memilih sendiri jenis hajinya menurut Surat Edaran Kementerian Haji dan Umrah Nomor S-50/BN/2026 (17 Maret 2026).
- Dam wajib lewat kanal resmi: program Adahi atau platform Nusuk Masar di Arab Saudi, atau BAZNAS, lembaga amil zakat, ormas Islam, KBIHU, dan jalur mandiri yang sesuai syariat di Indonesia.
Apa Itu Haji Tamattu dan Kenapa Paling Banyak Dipilih?
Haji tamattu adalah pelaksanaan haji yang dimulai dengan umroh. Jamaah mengenakan ihram dari miqat dengan niat umroh, lalu mengerjakan thawaf, sai, dan tahallul. Setelah itu jamaah boleh melepas ihram dan kembali berpakaian biasa sampai tiba waktunya haji, yaitu sekitar 8 Dzulhijjah, ketika ia berihram lagi dari tempat tinggalnya di Makkah.
Kata "tamattu" sendiri berarti bersenang-senang atau menikmati keringanan. Istilah itu merujuk pada jeda di antara dua ibadah tersebut: ada masa ketika jamaah tidak sedang berihram sehingga tidak terikat larangan-larangan ihram.
Jenis ini paling banyak dijalankan jamaah Indonesia karena alasan yang sangat praktis. Jamaah Indonesia tiba di Arab Saudi berminggu-minggu sebelum puncak haji. Menahan ihram selama itu akan sangat berat, terutama bagi lansia. Dengan tamattu, umroh dikerjakan lebih dulu, lalu jamaah beristirahat dan beribadah dengan tenang sampai hari-hari haji datang.
Apa Bedanya Haji Tamattu, Qiran, dan Ifrad?
Ketiga jenis haji ini sah dikerjakan. Perbedaannya terletak pada urutan niat, lama memakai ihram, dan ada tidaknya kewajiban dam.
| Jenis haji | Urutan pelaksanaan | Lama ihram | Dam |
|---|---|---|---|
| Tamattu | Umroh dahulu, selesai, lalu berihram lagi untuk haji | Terputus, ada jeda bebas ihram | Wajib, menyembelih seekor kambing |
| Qiran | Niat umroh dan haji sekaligus dalam satu ihram | Menyambung sampai tahallul haji | Wajib, menyembelih seekor kambing |
| Ifrad | Haji saja; umroh dikerjakan setelahnya bila diinginkan | Menyambung sampai tahallul haji | Tidak wajib, kecuali ada pelanggaran ihram |
Media nasional juga merangkum ketiga bentuk pelaksanaan ini untuk jamaah, misalnya ulasan tiga macam pelaksanaan ibadah haji di Kompas.com. Intinya sama: yang membedakan bukan keutamaan pahala secara otomatis, melainkan cara dan konsekuensi fikihnya.
Apakah Jamaah Boleh Memilih Jenis Hajinya Sendiri?
Boleh. Kementerian Haji dan Umrah menerbitkan Surat Edaran Nomor S-50/BN/2026 pada 17 Maret 2026 tentang pilihan jenis haji dan pelaksanaan pembayaran dam. Edaran itu menegaskan bahwa jamaah haji Indonesia memiliki hak penuh memilih haji ifrad, qiran, atau tamattu, dengan catatan setiap pilihan membawa konsekuensi kewajiban dam yang berbeda.
Dokumen resmi dan penjelasannya bisa Anda baca di laman Kementerian Haji dan Umrah. Laman resmi Nahdlatul Ulama juga memuat ringkasan edaran tersebut.
Dalam praktiknya, pilihan ini tetap perlu dibicarakan dengan pembimbing ibadah di kelompok Anda. Jenis haji menentukan kapan Anda berihram, berapa lama, dan apa yang harus disiapkan. Jamaah yang memilih ifrad, misalnya, harus siap menahan larangan ihram jauh lebih lama.
Berapa Dam Haji Tamattu dan Bagaimana Cara Membayarnya?
Dam haji tamattu adalah menyembelih seekor kambing. Dasarnya disebut langsung dalam Al-Qur'an pada ayat tentang penyempurnaan haji dan umroh:
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ࣖ
“Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Akan tetapi, jika kamu terkepung (oleh musuh), (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamatu’), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Ketentuan itu berlaku bagi orang yang keluarganya tidak menetap di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 196)
Untuk cara pembayarannya, Surat Edaran Kemenhaj mengatur dua jalur. Di Arab Saudi, dam wajib dilaksanakan melalui kanal resmi pemerintah Saudi, yaitu program Adahi lewat platform Nusuk Masar. Di Tanah Air, dam dapat ditunaikan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga amil zakat, organisasi keagamaan Islam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), atau secara mandiri sepanjang tetap memenuhi ketentuan syariat dan transparan.
Besaran biaya dam resmi mengikuti ketentuan yang berlaku pada musim haji berjalan dan bisa berubah setiap tahun. Karena itu, jangan memakai angka dari musim lama. Pastikan nominalnya dari petugas haji atau kanal resmi Kemenhaj pada tahun keberangkatan Anda.
Bagaimana kalau jamaah tidak mampu menyembelih?
Ayat di atas menyebut jalan keluarnya: berpuasa tiga hari pada masa haji dan tujuh hari setelah kembali, sehingga lengkap sepuluh hari. Ini keringanan bagi yang benar-benar tidak mampu, bukan pilihan untuk menghindari dam. Bila kondisi Anda meragukan, tanyakan kepada pembimbing ibadah atau petugas kloter sebelum memutuskan.
Kenapa Dam Tidak Boleh Lewat Jalur Tidak Resmi?
Inilah bagian yang sering membuat jamaah resah, dan sayangnya sering disepelekan. Kemenhaj melarang jamaah, petugas, maupun pembimbing melaksanakan atau memfasilitasi penyembelihan dam di luar mekanisme resmi. Larangan ini bukan soal administrasi semata.
- Risiko hukum di Arab Saudi. Penyembelihan di luar kanal resmi dapat dikenai sanksi oleh otoritas setempat.
- Risiko hewan tidak memenuhi syarat. Pada jalur tidak resmi, Anda tidak punya kepastian soal kelayakan hewan dan waktu penyembelihannya.
- Risiko uang tidak sampai. Setiap musim haji selalu ada tawaran "titip dam" dari pihak tidak jelas. Tanpa bukti resmi, Anda tidak bisa menuntut apa pun.
- Ibadah jadi menggantung. Dam adalah bagian dari ibadah Anda. Menitipkannya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab berarti mempertaruhkan kesempurnaan ibadah yang Anda tunggu puluhan tahun.
Aturannya sederhana: bayar lewat kanal resmi, simpan buktinya, dan jangan tergoda tawaran yang lebih murah tanpa kejelasan. Prinsip kehati-hatian yang sama berlaku ketika Anda memilih penyelenggara perjalanan, baik haji maupun umroh.
Mana Jenis Haji yang Paling Utama Menurut Ulama?
Di sini para ulama berbeda pendapat, dan perbedaan itu sudah berlangsung sejak masa awal Islam. Pendapat yang masyhur dalam kitab-kitab fikih: kalangan Syafi'iyah dan Malikiyah cenderung menilai ifrad paling utama, Hanafiyah menilai qiran paling utama, sementara Hanabilah menilai tamattu yang paling utama. Pembahasan panjang soal ini bisa ditemukan dalam kitab fikih klasik seperti Al-Mughni karya Ibnu Qudamah.
Yang penting dipahami jamaah: ketiganya sah, dan tidak ada yang berhak menyalahkan pilihan jamaah lain. Bagi jamaah Indonesia yang berangkat lewat kuota reguler dengan masa tinggal panjang, tamattu umumnya paling sesuai secara praktis. Syarat-syarat dasar yang berlaku untuk keduanya sudah kami rangkum dalam pembahasan syarat haji dan umroh.
Apa Hubungan Haji Tamattu dengan Umroh yang Kita Kenal?
Erat sekali. Umroh dalam haji tamattu adalah umroh yang sama seperti yang dikerjakan jamaah di luar musim haji: ihram dari miqat, thawaf tujuh putaran, sai antara Safa dan Marwah, lalu tahallul dengan memotong rambut. Bedanya hanya niat dan waktunya, yaitu dikerjakan pada musim haji dan disusul ibadah haji.
Karena itu, jamaah yang pernah umroh biasanya lebih siap menghadapi haji tamattu. Gerakan thawaf, jalur sai, pintu-pintu Masjidil Haram, dan ritme beribadah di tengah keramaian sudah tidak asing lagi.
Dengan masa tunggu haji reguler yang panjang, banyak keluarga memilih berumroh lebih dahulu sambil menunggu. Bila Anda ingin memeriksa perkiraan keberangkatan haji Anda, caranya kami bahas di artikel tentang masa tunggu haji dan cara cek estimasinya.
Bagaimana Rahmah Travel Bisa Membantu Selama Masa Tunggu?
Rahmah Travel (PT Rahmah Grup Internasional) adalah penyelenggara perjalanan ibadah umroh berizin PPIU Nomor 16112300553370003 yang statusnya dapat Anda cek sendiri di aplikasi Satu Haji milik Kementerian Haji dan Umrah. Kami melayani umroh, bukan haji reguler, sehingga yang bisa kami bantu selama masa tunggu Anda adalah perjalanan umrohnya.
Per 2 November 2026, data situs kami memuat 155 jadwal keberangkatan terbuka dari November 2026 sampai Juli 2027, dengan paket all in (tiket pesawat, visa, hotel, makan, dan muthawwif) mulai Rp23.900.000 per jamaah. Rincian per durasi dan per bulan bisa Anda bandingkan langsung di halaman paket umroh. Harga dan sisa kursi dapat berubah, jadi angka di halaman itu selalu lebih mutakhir daripada artikel ini.
Sejak 28 Juni 2026, dana jamaah Rahmah Travel dikelola lewat rekening escrow Bank Syariah Indonesia (BSI): dana ditahan bank sebagai pihak ketiga dan diteruskan setelah layanan diberikan. Perlu kami sampaikan apa adanya, escrow bukan jaminan mutlak karena penerbitan visa dan jadwal penerbangan tetap bergantung pada otoritas Arab Saudi dan maskapai. Layanan tatap muka kami saat ini dipusatkan di kantor utama Jakarta Timur (Pulogadung).
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa itu haji tamattu secara singkat?
Haji tamattu adalah haji yang didahului umroh dalam satu perjalanan. Jamaah berihram untuk umroh dari miqat, menyelesaikannya, melepas ihram, lalu berihram kembali untuk haji pada waktunya. Jamaah haji tamattu wajib membayar dam berupa menyembelih seekor kambing.
Apakah haji tamattu wajib dam?
Ya. Haji tamattu mewajibkan dam berupa menyembelih seekor kambing, sebagaimana disebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 196. Bila jamaah tidak mampu, ayat yang sama menyebut gantinya yaitu berpuasa tiga hari pada masa haji dan tujuh hari setelah kembali.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu haji tamattu secara singkat?
Haji tamattu adalah haji yang didahului umroh dalam satu perjalanan. Jamaah berihram untuk umroh dari miqat, menyelesaikannya, melepas ihram, lalu berihram kembali untuk haji pada waktunya. Jamaah haji tamattu wajib membayar dam berupa menyembelih seekor kambing.
Apakah haji tamattu wajib dam?
Ya. Haji tamattu mewajibkan dam berupa menyembelih seekor kambing, sebagaimana disebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 196. Bila jamaah tidak mampu, ayat yang sama menyebut gantinya yaitu berpuasa tiga hari pada masa haji dan tujuh hari setelah kembali.
Apa bedanya haji tamattu, qiran, dan ifrad?
Tamattu mengerjakan umroh dahulu lalu haji dengan ihram terpisah. Qiran menggabungkan niat umroh dan haji dalam satu ihram. Ifrad mengerjakan haji saja tanpa umroh sebelumnya. Tamattu dan qiran wajib dam, sedangkan ifrad tidak wajib dam kecuali melanggar larangan ihram.
Kenapa mayoritas jamaah Indonesia memilih haji tamattu?
Karena jamaah Indonesia tiba di Arab Saudi jauh sebelum puncak haji. Dengan tamattu, umroh dikerjakan lebih dahulu lalu ihram dilepas, sehingga jamaah tidak perlu menahan larangan ihram selama berminggu-minggu. Pilihan ini lebih ringan, terutama untuk jamaah lanjut usia.
Apakah jamaah haji Indonesia boleh memilih jenis hajinya sendiri?
Boleh. Surat Edaran Kementerian Haji dan Umrah Nomor S-50/BN/2026 tanggal 17 Maret 2026 menegaskan jamaah haji Indonesia berhak penuh memilih ifrad, qiran, atau tamattu, dengan konsekuensi kewajiban dam yang menyertai pilihan tersebut.
Dam haji dibayar lewat mana supaya resmi?
Di Arab Saudi, dam dilaksanakan lewat kanal resmi pemerintah Saudi yaitu program Adahi melalui platform Nusuk Masar. Di Indonesia, dam dapat ditunaikan melalui BAZNAS, lembaga amil zakat, organisasi keagamaan Islam, KBIHU, atau secara mandiri sesuai ketentuan syariat.
Apakah boleh menitipkan dam kepada pihak yang menawarkan harga lebih murah?
Sebaiknya tidak. Kementerian Haji dan Umrah melarang pelaksanaan dam di luar mekanisme resmi. Penyembelihan di luar kanal resmi berisiko dikenai sanksi oleh otoritas Arab Saudi dan membuat Anda tidak punya bukti bila dana tidak dipakai sebagaimana dijanjikan.
Apakah umroh dalam haji tamattu sama dengan umroh biasa?
Rangkaiannya sama: ihram dari miqat, thawaf, sai antara Safa dan Marwah, lalu tahallul. Yang membedakan adalah waktu dan niatnya, yaitu dikerjakan pada musim haji dan dilanjutkan dengan ibadah haji pada 8 Dzulhijjah dan hari-hari sesudahnya.
Masih butuh arahan sebelum memilih paket?
Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.
Tentang artikel ini
Tim Redaksi Rahmah Travel
Artikel ini diterbitkan dan menjadi tanggung jawab Tim Redaksi Rahmah Travel. Cara kami menyusun artikel, termasuk penggunaan alat bantu AI, pemeriksaan fakta, dan pembaruan, dijelaskan di Kebijakan Editorial. Informasi harga dan jadwal bisa berubah; rujukan terbarunya ada di Jadwal & Biaya Umroh.