Sejarah Umroh 2026: Dari Nabi Ibrahim hingga Kini - Rahmah Travel
Umroh & Haji

Sejarah Umroh

Telusuri sejarah umroh dari zaman Nabi Ibrahim, serta kisah kiswah Ka'bah, hingga makna nama pintu Masjidil Haram yang jarang diketahui jamaah.

DM
Tim editorial Rahmah Travel · PPIU resmi Kemenag RI
Sejarah Umroh
PPIU
Resmi Kemenag RI
IATA
Terdaftar & Terakreditasi
Umroh
Reguler dan Private
20
Pembaca Artikel

Banyak jamaah yang sudah bolak-balik umroh, tapi belum pernah benar-benar tahu kenapa mereka mengelilingi Ka'bah tujuh kali, kenapa berlari kecil antara Shafa dan Marwah, atau kain hitam yang menyelimuti Ka'bah itu punya cerita apa. Semua ritual dijalani karena memang begitu tuntunannya — tapi makna di baliknya sering terlewat begitu saja.

Sejarah umroh sebenarnya adalah rangkaian panjang yang dimulai jauh sebelum Islam turun, melewati masa penyimpangan tauhid, lalu diluruskan kembali oleh Rasulullah SAW hingga menjadi ibadah yang kita kenal hari ini. Memahami rangkaian ini bukan sekadar menambah wawasan — ini yang membuat setiap langkah di tanah suci terasa berbeda, dari sekadar "menjalankan rukun" menjadi benar-benar hadir dengan hati.

1. Ka'bah dan Awal Mula Ibadah di Baitullah

Kisahnya dimulai dari Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, yang mendapat perintah dari Allah untuk mendirikan Ka'bah sebagai rumah ibadah bagi mereka yang bertauhid. Bangunan ini berdiri sebagai pusat penyembahan kepada Allah semata, jauh sebelum syariat umroh seperti yang kita jalani sekarang ditetapkan.

Setelah Ka'bah selesai dibangun, Nabi Ibrahim menyerukan kepada manusia untuk datang beribadah ke Baitullah. Seruan inilah yang jadi cikal bakal tradisi mengunjungi Ka'bah yang terus berlanjut lintas generasi, meski praktiknya belum terbakukan seperti tawaf dan sa'i yang kita kenal hari ini.

Sa'i sendiri berakar dari kisah yang jauh lebih personal — perjuangan Siti Hajar mencari air untuk anaknya, Ismail, dengan berlari bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah. Perjuangan seorang ibu ini kemudian diabadikan menjadi salah satu rukun umroh yang dijalani jutaan Muslim setiap tahunnya. Setiap kali jamaah berjalan di antara dua bukit itu, sebenarnya mereka sedang menapaktilasi kegigihan seorang ibu yang tidak menyerah mencari harapan.

2. Masa Jahiliyah: Ketika Ka'bah Kehilangan Maknanya

Seiring waktu, fungsi Ka'bah sebagai simbol tauhid perlahan bergeser. Masyarakat Arab pra-Islam mulai menempatkan berhala-berhala di sekitar Ka'bah — tercatat ada Al-Uzza, Al-Lata, Manah, dan Hubal yang jadi sesembahan pada masa itu. Baitullah yang seharusnya jadi tempat mengesakan Allah justru berubah jadi pusat penyembahan berhala.

Praktik tawaf dan ziarah ke Ka'bah tetap berlangsung di masa ini, tapi sudah bercampur dengan ritual-ritual yang menyimpang jauh dari ajaran tauhid yang dibawa Nabi Ibrahim. Kondisi ini bertahan cukup lama, sampai akhirnya Islam datang untuk mengembalikan Ka'bah kepada fungsi aslinya.

3. Umroh di Masa Rasulullah SAW: Dari Terhalang hingga Terlaksana

Titik penting dalam sejarah umroh terjadi saat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berniat mengunjungi Ka'bah, namun dihalangi oleh kaum Quraisy. Peristiwa ini berujung pada Perjanjian Hudaibiyah — sebuah kesepakatan damai yang di permukaan terlihat merugikan pihak Muslim, namun justru membuka jalan besar bagi dakwah Islam ke depannya.

Setahun kemudian, sesuai kesepakatan dalam perjanjian tersebut, Rasulullah SAW kembali ke Makkah bersama sekitar dua ribu kaum Muslimin untuk melaksanakan umroh yang dikenal sebagai Umroh Qadha. Kali ini mereka menjalankan seluruh rangkaian ibadah — tawaf, shalat di Maqam Ibrahim, minum air Zamzam, sa'i antara Shafa dan Marwah — tanpa gangguan, murni sebagai ibadah kepada Allah semata.

Puncak perubahan besar terjadi pada tahun ke-8 Hijriyah, saat Fathu Makkah atau penaklukan Kota Makkah berhasil dilakukan tanpa pertumpahan darah berarti. Seluruh berhala yang mengelilingi Ka'bah dihancurkan, dan Baitullah kembali difungsikan sepenuhnya sebagai rumah ibadah umat yang bertauhid — kembali kepada tujuan awal yang dirintis Nabi Ibrahim ribuan tahun sebelumnya.

Berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Umar dan Anas bin Malik, Rasulullah SAW secara keseluruhan melaksanakan umroh sebanyak empat kali sepanjang hidupnya — termasuk umroh yang sempat terhalang di Hudaibiyah, Umroh Qadha, umroh pada bulan Dzulqa'dah, dan umroh yang menyatu dengan pelaksanaan haji wada'. Fakta ini sering luput diketahui jamaah, padahal menunjukkan betapa Rasulullah sendiri memandang umroh sebagai ibadah yang layak diulang, bukan cukup sekali seumur hidup.

Yang menarik, ketika Aisyah RA mendengar riwayat ini dari putra Umar bin Khattab, ia justru menambahkan konteks — bahwa dirinya pun turut menyaksikan sendiri setiap umroh yang dijalani Rasulullah. Detail semacam ini menunjukkan bagaimana para sahabat begitu teliti menjaga catatan ibadah Nabi, sampai pada hal sekecil berapa kali beliau mengunjungi Baitullah sepanjang hidupnya.

4. Kisah di Balik Kiswah: Kain yang Menyelimuti Ka'bah

Kiswah, kain hitam bersulam benang emas yang menutupi Ka'bah, punya sejarah yang jauh lebih panjang dari yang terlihat. Beberapa riwayat menyebut bahwa tradisi menutupi Ka'bah dengan kain sudah ada sejak masa sebelum Islam, dimulai dari bahan sederhana seperti kulit dan kain kasar.

Salah satu riwayat yang cukup dikenal menceritakan Natilah binti Janab, ibunda sahabat Abbas bin Abdul Muthalib, yang bernazar akan menutupi Ka'bah dengan kain sutra apabila anaknya yang sempat hilang berhasil ditemukan. Setelah Abbas ditemukan, nazar itu ditunaikan — momen yang disebut sebagai salah satu awal penggunaan kain sutra pada kiswah.

Rasulullah SAW sendiri tercatat sebagai orang yang menutupi Ka'bah dengan kain putih buatan Mesir yang disebut qabathi, menggantikan kiswah lama peninggalan masa jahiliyah. Warna dan bahan kiswah terus berubah dari masa ke masa — pernah putih, pernah merah bergaris, hingga akhirnya menetap pada sutra hitam bersulam emas seperti yang kita kenal sekarang, yang diproduksi khusus dan diganti setiap tahun.

Mengetahui cerita ini membuat momen melihat kiswah dari dekat terasa berbeda — bukan sekadar kain besar yang indah dipandang, tapi jejak dari generasi ke generasi yang menganggap menutupi Ka'bah sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

5. Makna di Balik Nama-Nama Pintu Masjidil Haram

Salah satu detail yang paling sering terlewat jamaah adalah nama-nama pintu Masjidil Haram yang mereka lewati setiap hari. Kompleks Masjidil Haram punya ratusan pintu, dan sebagian besar diberi nama berdasarkan tokoh, peristiwa, atau lokasi bersejarah dalam Islam — bukan asal penamaan.

Bab Al-Fatah misalnya, dinamai berdasarkan peristiwa Fathu Makkah, sebagai pengingat akan momen penaklukan Kota Makkah yang berlangsung damai. Ada juga Bab As-Salam yang terletak di dekat area Shafa dan Marwah, membawa makna "gerbang perdamaian". Sebagian pintu lain dinamai menurut sahabat Nabi, seperti Bab Umar yang mengambil nama khalifah kedua, Umar bin Khattab.

Begitu jamaah tahu bahwa pintu yang mereka lewati setiap hari punya nama dan cerita di baliknya, kunjungan ke Masjidil Haram tidak lagi terasa sebagai rutinitas keluar-masuk semata. Ada lapisan sejarah yang ikut dilewati setiap kali melangkah — dan ini yang sering jadi momen yang paling membekas ketika dijelaskan langsung oleh pembimbing di lokasi.

6. Umroh di Era Modern: Dari Perjalanan Berat menjadi Lebih Terjangkau

Dulu, perjalanan ke Baitullah bisa memakan waktu berbulan-bulan lewat jalur darat atau laut, penuh risiko dan hanya bisa dijangkau segelintir orang dengan kemampuan fisik dan finansial luar biasa. Perubahan besar terjadi seiring berkembangnya transportasi udara dan infrastruktur di sekitar Masjidil Haram, yang membuat perjalanan umroh jadi jauh lebih terjangkau dari sisi waktu maupun tenaga.

Perluasan Masjidil Haram yang terus dilakukan pemerintah Arab Saudi dari masa ke masa juga mengubah wajah tempat ini secara signifikan — dari bangunan sederhana di masa awal Islam, menjadi kompleks megah yang mampu menampung jutaan jamaah setiap tahunnya. Sistem visa, transportasi, dan akomodasi yang terus disempurnakan membuat umroh yang dulunya perjalanan sekali seumur hidup, kini bisa dijalani berkali-kali oleh banyak Muslim.

Meski kemudahan ini terus bertambah, esensi ibadahnya tidak berubah sejak zaman Rasulullah — tawaf yang sama, sa'i yang sama, niat yang sama untuk mendekatkan diri kepada Allah. Yang berbeda hanya cara mencapainya, bukan makna di baliknya.

7. Kenapa Memahami Sejarah Ini Mengubah Cara Kita Beribadah

Ada perbedaan besar antara jamaah yang sekadar tahu urutan gerakan tawaf dan sa'i, dengan jamaah yang paham cerita di balik setiap langkahnya. Yang pertama menjalani ibadah sebagai kewajiban yang harus diselesaikan. Yang kedua menjalaninya sebagai perjalanan yang menyambungkan diri dengan perjuangan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Rasulullah SAW.

Pembimbing yang menjelaskan sejarah ini langsung di lokasi — bukan cuma di ruang manasik sebelum berangkat — punya peran besar dalam membentuk pengalaman ini. Berdiri di depan Ka'bah sambil mendengar kisah bagaimana bangunan itu dibangun, bagaimana ia sempat kehilangan maknanya, dan bagaimana ia dikembalikan kepada tujuan aslinya, sering jadi momen yang mengubah cara seseorang memandang seluruh perjalanan umrohnya.

Bagi Rahmah Travel, membekali jamaah dengan pemahaman sejarah bukan sekadar pelengkap itinerary. Bimbingan ibadah yang amanah dan nyaman bareng Rahmah Travel bikin umroh makin berkah — karena jamaah yang paham konteks di balik setiap ritual akan pulang membawa lebih dari sekadar foto di depan Ka'bah, melainkan pemahaman yang terus terbawa dalam kesehariannya setelah kembali ke tanah air.

PENUTUP

Ka'bah yang dikunjungi jutaan Muslim setiap tahun bukan sekadar bangunan tua di tengah Masjidil Haram. Ada perjuangan Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, ada masa kelam saat maknanya nyaris hilang, ada perjalanan panjang Rasulullah SAW meluruskannya kembali — dan semua itu masih bisa dirasakan setiap kali seseorang berdiri di depannya hari ini.

Jamaah yang berangkat dengan bekal cerita ini biasanya pulang dengan sesuatu yang berbeda. Bukan cuma foto dan oleh-oleh, tapi pemahaman yang membuat mereka melihat Ka'bah bukan sebagai objek wisata religi, melainkan sebagai saksi dari perjalanan iman yang jauh lebih besar dari diri mereka sendiri.

Kamu tahu ini? Banyak jamaah yang tidak. Kami cerita lebih lengkap + tips praktisnya di artikel — link di bio. Dan kalau mau langsung dibantu persiapannya, tim kami siap via WA.

Baca Juga
Artikel Terkait Tips Umroh Jamaah Lansia: Panduan Lengkap Ibadah Nyaman Artikel Terkait Mengenal Proyek Al Ula: Kota Bersejarah Saudi yang Disulap Menjadi Destinasi Wisata Kelas Dunia Artikel Terkait Makna Arafah: Keutamaan Wukuf, Dalil, Hadist, dan Kisah Jabal Rahmah
FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa yang pertama kali membangun Ka'bah?

Ka'bah dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT sebagai rumah ibadah bagi umat yang bertauhid.

Berapa kali Rasulullah SAW melaksanakan umroh?

Berdasarkan riwayat, Rasulullah SAW melaksanakan umroh sebanyak empat kali, termasuk umroh yang sempat terhalang di Hudaibiyah, Umroh Qadha setahun setelahnya, umroh pada bulan Dzulqa'dah, dan umroh yang menyatu dengan ibadah haji wada'.

Kenapa Ka'bah ditutupi kain kiswah?

Kiswah menjadi simbol penghormatan terhadap Ka'bah sebagai rumah Allah. Tradisi ini sudah berlangsung sejak sebelum Islam dengan bahan yang berbeda-beda, dan terus berkembang hingga menjadi sutra hitam bersulam emas yang diganti setiap tahun.

Apa hubungan sa'i dengan kisah Siti Hajar?

Sa'i mengenang perjuangan Siti Hajar berlari bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah mencari air untuk putranya, Ismail, sebelum akhirnya ditemukan sumber air Zamzam.

Kenapa nama-nama pintu Masjidil Haram penting diketahui jamaah?

Nama pintu-pintu ini menyimpan cerita sejarah Islam, mulai dari peristiwa Fathu Makkah hingga penghormatan kepada sahabat Nabi, sehingga memahami maknanya membantu jamaah merasa lebih hadir secara spiritual, bukan sekadar lewat begitu saja.

Konsultasi Langsung

Masih butuh arahan sebelum memilih paket?

Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.