Mengenal Kota Thaif: Kisah dalam Islam Yang Wajib Diketahui - Rahmah Travel
Umroh & Haji

Apa Sejarah Kota Thaif dalam Islam?

Mengenal kota Thaif dalam sejarah Islam: kisah dakwah Rasulullah, Doa Thaif, hingga hikmahnya bagi jamaah umroh masa kini. Baca selengkapnya.

AF
Penulis dan FullStack Developer
Apa Sejarah Kota Thaif dalam Islam?
PPIU
Resmi Kemenag RI
IATA
Terdaftar & Terakreditasi
Umroh
Reguler dan Private
558
Pembaca Artikel

Nama Thaif mungkin terdengar asing bagi sebagian calon jamaah, padahal kota ini menyimpan salah satu babak paling menyentuh dalam perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ. Bukan sekadar kota transit atau tempat wisata sejuk di dataran tinggi Hijaz, Thaif adalah saksi dari kesabaran seorang nabi yang ditolak, dilempari batu, namun tetap mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang menyakitinya.

Bagi jamaah yang akan berangkat umroh, mengenal kota Thaif berarti memahami satu dimensi penting dari sirah Nabawiyah — bahwa jalan dakwah tidak selalu mulus, dan justru dari titik terberat itulah lahir pelajaran tentang ketulusan dan harapan. Artikel ini mengajak Anda menelusuri sejarah Thaif dari masa jahiliyah hingga menjadi bagian dari peta keislaman di tanah Hijaz.

Mengenal Kota Thaif: Letak dan Karakteristiknya

Thaif berada di dataran tinggi Pegunungan Sarawat. Ketinggiannya sekitar 1.700–1.800 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu kota paling sejuk di kawasan Hijaz. Udara yang jauh lebih dingin dibanding Makkah membuat kota ini sejak dahulu dikenal sebagai daerah pertanian yang subur — penghasil anggur, delima, dan aneka sayuran, sekaligus terkenal dengan hamparan kebun mawar yang kini diolah menjadi minyak wangi khas Thaif.

Nama "Thaif" sendiri, menurut sebagian ulama sirah, berasal dari kata thafa yang berarti mengelilingi — merujuk pada tembok yang dibangun mengitari kota oleh penduduknya, suku Bani Tsaqif. Tembok ini bukan sekadar batas administratif, melainkan juga alat pertahanan, mengingat kekayaan hasil bumi Thaif membuatnya rawan menjadi incaran kabilah lain di sekitar Hijaz.

Karena kesuburan dan kesejukannya, Thaif kerap disebut sebagai tempat peristirahatan bagi bangsawan Makkah, dan sebagian pembesar Quraisy bahkan membangun rumah peristirahatan di sana untuk menghindari panas terik musim kemarau. Perbedaan suhu antara Makkah dan Thaif yang bisa mencapai beberapa derajat celsius inilah yang membuat kota ini, sejak dahulu hingga sekarang, tetap ramai dikunjungi meski medannya berbukit dan jalannya berkelok-kelok menanjak pegunungan.

Kondisi Thaif Sebelum Kedatangan Islam

Mengenal kota Thaif tidak lengkap tanpa memahami wajahnya sebelum Islam datang. Saat itu, Thaif adalah pusat penyembahan berhala bernama Al-Lata — salah satu dari tiga berhala besar yang disebut dalam Al-Qur'an bersama Al-Uzza dan Manat. Kedudukannya besar. Setara dengan Hubal bagi kaum Quraisy di Makkah, dan penduduk Thaif sangat menjaga kehormatan berhala tersebut sebagai identitas kabilah mereka.

Kondisi sosial-ekonomi Bani Tsaqif yang makmur, ditambah kedekatan kekerabatan sebagian mereka dengan keluarga Rasulullah ﷺ dari jalur ibunda beliau, membuat Thaif menjadi tujuan yang masuk akal ketika beliau mencari dukungan di luar Makkah. Namun kenyataan yang beliau temui jauh dari harapan yang beliau bawa.

Mengapa Rasulullah ﷺ Pergi ke Thaif

Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 kenabian, tak lama setelah Rasulullah ﷺ kehilangan dua pelindung utamanya: istri tercinta, Khadijah radhiyallahu 'anha, dan paman sekaligus pelindungnya, Abu Thalib. Tahun ini dikenal dalam sirah sebagai Amul Huzn, Tahun Duka Cita, karena beban yang beliau tanggung datang bertubi-tubi dalam waktu berdekatan.

Tanpa perlindungan Abu Thalib, tekanan kaum Quraisy terhadap Rasulullah ﷺ semakin menjadi-jadi. Dalam kondisi itu, beliau memutuskan pergi ke Thaif bersama Zaid bin Haritsah, berharap para pemimpin Bani Tsaqif bersedia menerima dakwah Islam atau setidaknya memberi perlindungan agar dakwah bisa terus berjalan. Harapan itu masuk akal secara sosial — Tsaqif adalah kabilah besar yang letaknya paling dekat dengan Makkah, dan sebagian dari mereka masih kerabat Rasulullah ﷺ dari garis keturunan ibu.

Penolakan Keras dari Penduduk Thaif

Sesampainya di Thaif, Rasulullah ﷺ mendatangi tiga pemimpin Bani Tsaqif untuk menyampaikan dakwah. Bukan dukungan yang beliau terima, melainkan ejekan dan penghinaan. Para pemimpin itu bahkan menghasut anak-anak dan orang-orang bodoh di kota untuk mengejar Rasulullah ﷺ sambil melempari beliau dengan batu, hingga kaki beliau berdarah dan Zaid bin Haritsah harus berkali-kali menahan lemparan agar tidak mengenai tubuh Rasulullah ﷺ secara langsung.

Peristiwa itu berlangsung hingga beliau terdesak keluar dari batas kota. Beliau baru berhenti berlindung di sebuah kebun milik Utbah dan Syaibah bin Rabi'ah, sekitar tiga mil dari pusat kota. Kondisinya memprihatinkan. Kaki beliau terluka, tubuhnya lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Namun yang lebih berat bukan luka fisik, melainkan luka batin — ditolak oleh orang-orang yang justru diharapkan bisa membantu meneruskan dakwah. Di titik paling berat inilah lahir salah satu doa paling masyhur dalam sirah Nabawiyah.

Doa Thaif dan Kisah Addas

Dalam keadaan terluka dan kelelahan, Rasulullah ﷺ memanjatkan doa yang kini dikenal sebagai Doa Thaif — sebuah pengakuan kepasrahan total kepada Allah atas kelemahan dan penghinaan yang beliau alami, sekaligus keyakinan penuh bahwa pertolongan Allah tidak pernah jauh selama Dia tidak murka kepadanya.

Riwayat shahih (Bukhari dan Muslim) menyebutkan, Allah mengutus Jibril bersama malaikat penjaga gunung yang menawarkan untuk menghimpitkan dua gunung di sekitar Thaif kepada penduduknya sebagai balasan. Rasulullah ﷺ menolak tawaran itu. Tegas, tanpa ragu. Beliau memilih berharap agar dari keturunan Thaif kelak lahir generasi yang menyembah Allah semata tanpa mempersekutukan-Nya.

Di kebun itu pula, seorang budak Nasrani bernama Addas mendatangi Rasulullah ﷺ membawakan buah anggur. Ketika mengetahui Rasulullah ﷺ berasal dari Makkah dan mengaku sebagai nabi, sementara Addas berasal dari Ninawa, kampung halaman Nabi Yunus 'alaihissalam, Rasulullah ﷺ menyebut Yunus sebagai saudaranya sesama nabi. Addas begitu tersentuh hingga mencium tangan dan kaki Rasulullah ﷺ, lalu menyatakan keislamannya saat itu juga — hidayah pertama yang tumbuh dari tanah yang sama sekali tidak ramah kepada beliau.

Pengepungan Thaif Setelah Perang Hunain

Sekitar sembilan tahun setelah peristiwa penolakan itu, Thaif kembali menjadi latar penting dalam sirah — kali ini bukan sebagai tempat Rasulullah ﷺ meminta perlindungan, melainkan sebagai medan pertempuran. Setelah kemenangan telak pasukan Muslim atas kaum Hawazin dan Tsaqif dalam Perang Hunain pada 8 Hijriah, sebagian pasukan Tsaqif yang tersisa melarikan diri kembali ke Thaif, menutup rapat pintu-pintu gerbang kota, dan bersiap bertahan di balik temboknya yang kokoh.

Rasulullah ﷺ bersama para sahabat kemudian mengepung Thaif selama beberapa pekan. Namun karena kokohnya benteng kota dan pertimbangan strategi yang matang, pengepungan itu akhirnya dihentikan tanpa penaklukan penuh. Keputusan ini bukan tanda kekalahan, melainkan bagian dari kebijaksanaan Rasulullah ﷺ yang memilih jalan lain untuk menaklukkan hati penduduk Thaif — jalan yang terbukti berhasil tidak lama kemudian.

Bani Tsaqif Memeluk Islam

Penolakan di Thaif, baik lewat lemparan batu maupun benteng yang tertutup rapat, ternyata bukan akhir cerita. Kekuatan Bani Tsaqif yang sempat bertahan di balik tembok Thaif perlahan melemah, secara ekonomi maupun secara sosial, seiring semakin meluasnya pengaruh Islam di jazirah Arab. Setahun setelah pengepungan itu, pada 9 Hijriah yang dikenal sebagai Amul Wufud (Tahun Delegasi), utusan Bani Tsaqif datang menghadap Rasulullah ﷺ di Madinah dan menyatakan keislaman mereka.

Mereka sempat mengajukan syarat agar berhala Al-Lata tidak dihancurkan, namun Rasulullah ﷺ menolaknya. Setelah keislaman mereka diterima, beliau mengutus beberapa sahabat untuk menghancurkan Al-Lata, menandai berakhirnya masa jahiliyah di kota tersebut. Kabilah yang dulu melempari Rasulullah ﷺ dengan batu, akhirnya menjadi bagian dari umat yang beliau perjuangkan sepanjang hidupnya.

Makna Sejarah Thaif bagi Jamaah Masa Kini

Kisah Thaif sering dijadikan teladan tentang bagaimana menghadapi penolakan tanpa kehilangan kelembutan hati. Rasulullah ﷺ yang berhak marah, memilih mendoakan hidayah bagi orang-orang yang menyakitinya — sebuah pelajaran yang relevan jauh melampaui konteks zamannya, termasuk bagi siapa pun yang tengah menghadapi penolakan dalam perjuangan hidupnya sendiri.

Ini sebabnya mengenal kota Thaif secara mendalam sebelum berangkat sangat berarti — bukan sekadar hafal urutan peristiwa, tapi memahami konteks di baliknya. Bagi jamaah yang berkesempatan singgah atau mendengar kisah ini langsung dari pembimbing di tanah suci, pengalamannya jauh berbeda dibanding sekadar membaca dari layar ponsel. Mengetahui bahwa kesejukan udara Thaif yang terasa hari ini adalah tempat yang sama dengan lokasi Rasulullah ﷺ pernah terluka dan berdoa, membuat ziarah bukan lagi rutinitas, melainkan momen yang membekas lama setelah kepulangan.

Banyak jamaah yang sebelumnya hanya mengenal Thaif sebagai kota oleh-oleh madu dan buah tin, pulang dengan pemahaman yang jauh lebih dalam setelah mendengar kisah lengkapnya di lapangan. Bukan hanya tahu bahwa ada peristiwa penolakan, tapi memahami bagaimana kesabaran itu dijalani, apa yang dirasakan Rasulullah ﷺ pada momen paling sunyi dalam dakwahnya, dan bagaimana hikmah itu bisa dibawa pulang ke kehidupan sehari-hari — di tempat kerja, keluarga, atau lingkungan sosial yang kadang juga menolak kebaikan yang kita perjuangkan.

Inilah salah satu alasan mengapa bimbingan ibadah yang amanah dan nyaman bareng Rahmah Travel bikin umroh makin berkah — setiap titik yang dilalui jamaah tidak hanya dilihat, tapi dijelaskan maknanya oleh pembimbing yang menguasai sirah dan siap menjawab pertanyaan kapan saja, bukan hanya saat manasik di tanah air.

Thaif dalam Perjalanan Ziarah Masa Kini

Hari ini, sebagian program umroh menyertakan kunjungan ke area Thaif sebagai bagian dari ziarah tambahan, mengingat jaraknya yang relatif dekat dari Makkah dan udaranya yang tetap sejuk sepanjang tahun. Di dekat lokasi yang diyakini sebagai kebun tempat Rasulullah ﷺ berdoa, kini berdiri Masjid Addas — dibangun untuk mengenang budak Nasrani yang menjadi salah satu buah pertama dari kesabaran beliau di kota tersebut.

Bagi jamaah yang mengunjunginya, Masjid Addas bukan sekadar tempat singgah untuk berfoto. Ia adalah pengingat bahwa hidayah bisa datang dari arah yang paling tidak terduga, bahkan dari seseorang yang secara sosial dianggap paling rendah kedudukannya di zamannya. Kisah ini kerap menjadi salah satu momen paling personal bagi jamaah — titik di mana teori yang dulu hanya dibaca di buku sirah, tiba-tiba terasa nyata karena berdiri di tanah yang sama.

Mencari travel umroh dengan pembimbing ibadah yang sabar dan berpengalaman?

Di Rahmah Travel, kami percaya edukasi adalah hak setiap jamaah. Karena itu, kami menyediakan materi belajar lengkap — panduan manasik umroh, video tutorial tata cara thawaf dan sa'i, e-book doa-doa pilihan, hingga grup diskusi bersama pembimbing aktif. Semua tanpa biaya tambahan.

Tim muda kami profesional, ramah, dan tidak pelit ilmu. Setiap pertanyaan jamaah — sekecil apa pun — kami jawab dengan hati.

Baca Juga
Artikel Terkait Umroh Sebagai Pasangan Baru: Momen Sakral Sebelum Membangun Rumah Tangga Artikel Terkait situs sejarah islam yang bisa dikunjungi saat umroh
FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Di mana letak Kota Thaif dan berapa jarak dari Makkah?

Thaif berada di dataran tinggi Pegunungan Sarawat, sebelah tenggara Makkah, pada ketinggian sekitar 1.700–1.800 meter di atas permukaan laut. [DATA: konfirmasi jarak tempuh pasti dalam km/jam perjalanan untuk dicantumkan]

Mengapa Rasulullah ﷺ pergi ke Thaif?

Rasulullah ﷺ pergi ke Thaif setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib, dengan harapan Bani Tsaqif bersedia menerima dakwah Islam atau memberi perlindungan dari tekanan kaum Quraisy di Makkah.

Konsultasi Langsung

Masih butuh arahan sebelum memilih paket?

Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.