Banyak calon jamaah tergoda meminjam uang ke bank agar bisa segera umroh. Artikel ini memisahkan dua hal yang sering tercampur: keabsahan ibadah umrohnya dan hukum akad pinjaman yang dipakai, lengkap dengan pendapat ulama, risiko gagal bayar, dan cara menyiapkan dana tanpa utang berbunga.
- Apa Hukum Umroh dengan Uang Pinjaman Bank Menurut Fikih?
- Kenapa Bunga Pinjaman Disebut Riba?
- Apakah Umroh Wajib Sampai Harus Berutang?
- Bagaimana Pendapat Ulama tentang Berutang untuk Ibadah?
- Apa Bedanya Pinjaman Berbunga, Pembiayaan Syariah, dan Menabung?
- Apa Risiko Nyata Pinjaman untuk Biaya Umroh?
- Berapa Dana yang Sebenarnya Perlu Disiapkan?
- Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Umroh Tanpa Utang Berbunga?
- Bagaimana Rahmah Travel Menyikapi Hal Ini?
- Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Hukum umroh dengan uang pinjaman bank menurut mayoritas ulama: ibadah umrohnya tetap sah, tetapi akad pinjamannya dinilai terpisah. Pinjaman berbunga digolongkan riba yang diharamkan, sedangkan umroh hanya dituntut dari orang yang mampu. Jadi sah belum tentu berarti dianjurkan.
- Ibadahnya sah. Keabsahan umroh ditentukan oleh niat dan rukunnya, bukan oleh sumber dananya, sepanjang uang itu bukan hasil merampas hak orang lain.
- Akadnya dihitung sendiri. Majelis Ulama Indonesia lewat fatwanya tahun 2004 menyatakan bunga (interest) memenuhi kriteria riba.
- Umroh bukan beban paksa. Dalam Islam, ibadah ke Baitullah dikaitkan dengan kemampuan, bukan dengan memaksakan diri lewat utang berbunga.
- Berutang sendiri tidak haram. Yang bermasalah adalah tambahan bunga dan berutang tanpa kemampuan nyata melunasi.
- Siapkan dananya dengan angka nyata. Paket umroh all in di Rahmah Travel mulai Rp23.900.000 per jamaah (data paket situs, 3 November 2026).
Apa Hukum Umroh dengan Uang Pinjaman Bank Menurut Fikih?
Pertanyaan ini sebenarnya memuat dua pertanyaan yang sering tercampur. Pertama, apakah umrohnya sah. Kedua, apakah cara memperoleh dananya dibenarkan. Jawaban untuk keduanya tidak sama.
Untuk pertanyaan pertama, para ulama umumnya menyatakan ibadah umroh tetap sah selama rukun dan syaratnya dipenuhi. Uang pinjaman adalah milik peminjam setelah akad berlangsung, sehingga ia berhak membelanjakannya. Pembahasan ini mirip dengan pembahasan haji memakai dana pinjaman yang diulas ulama fikih klasik, misalnya dalam Al-Mughni karya Ibnu Qudamah, yang membedakan antara keabsahan ibadah dan kelayakan seseorang membebani diri dengan utang.
Untuk pertanyaan kedua, penilaiannya bergantung pada akad pinjaman yang dipakai. Pinjaman yang mewajibkan pengembalian lebih besar daripada pokok karena faktor waktu, itulah yang dibahas sebagai riba. Di sinilah banyak calon jamaah terjebak: ibadahnya diniatkan suci, tetapi jalan pembiayaannya justru dipermasalahkan.
Kenapa Bunga Pinjaman Disebut Riba?
Riba adalah tambahan yang disyaratkan dalam transaksi utang piutang atau pertukaran tertentu tanpa imbalan yang dibenarkan syariat. Al-Qur'an menegaskan perbedaan antara jual beli dan riba.
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Orang-orang yang memakan (bertransaksi dengan) riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya (menyangkut riba), lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (transaksi riba), mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275)
Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan fatwa pada tahun 2004 yang menyatakan bahwa bunga (interest) memenuhi kriteria riba, sehingga transaksi berbunga dihukumi haram. Pendapat ini juga dipegang mayoritas lembaga fatwa dan lembaga keuangan syariah di Indonesia.
Perlu disebut secara adil bahwa ada sebagian kecil pemikir muslim kontemporer yang membedakan bunga perbankan modern dari riba yang dilarang Al-Qur'an, dengan alasan perbedaan konteks ekonomi. Pendapat itu ada, tetapi bukan pendapat yang dipegang MUI dan bukan pendapat mayoritas ulama Indonesia. Bila Anda ingin mengambil keputusan, bertanyalah kepada ulama atau penyuluh agama yang Anda percayai, bukan kepada pemasar produk keuangan.
Apakah Umroh Wajib Sampai Harus Berutang?
Tidak. Kewajiban ibadah ke Baitullah dalam Al-Qur'an dikaitkan dengan kemampuan, bukan dengan keharusan memaksakan diri.
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
“Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.” (QS. Ali 'Imran: 97)
Ayat itu berbicara tentang haji, dan para ulama menjadikan prinsip kemampuan (istitha'ah) di dalamnya sebagai pijakan untuk pembahasan serupa pada umroh. Soal hukum umroh sendiri, ulama berbeda pendapat: mazhab Syafi'i dan Hanbali memandangnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, sedangkan mazhab Hanafi dan Maliki memandangnya sunnah muakkadah. Dua pendapat ini sama-sama memakai syarat mampu, bukan syarat berani berutang.
Artinya, orang yang belum mampu secara finansial tidak sedang menunda kewajiban. Ia sedang berada dalam kondisi yang justru dimaklumi syariat. Menabung tiga tahun lalu berangkat tanpa utang lebih selaras dengan prinsip ini daripada berangkat tahun ini dengan cicilan berbunga lima tahun.
Bagaimana Pendapat Ulama tentang Berutang untuk Ibadah?
Berutang bukan perbuatan terlarang. Rasulullah sendiri pernah berutang dan mengembalikannya dengan cara terbaik.
اسْتَقْرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سِنًّا فَأَعْطَى سِنًّا فَوْقَهُ وَقَالَ خِيَارُكُمْ مَحَاسِنُكُمْ قَضَاءً
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah meminjam unta muda, namun beliau mengembalikan unta yang lebih tua (lebih bagus) daripada unta yang beliau pinjam." Beliau bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam melunasi hutang (HR. Muslim no. 1601)
Yang ditekankan para ulama adalah dua hal. Pertama, akadnya harus bersih dari riba. Kedua, orang yang berutang wajib punya kemampuan nyata dan niat sungguh-sungguh untuk melunasi, karena utang adalah tanggungan yang tidak otomatis selesai dengan kematian.
Karena itu banyak ulama tidak menganjurkan berutang untuk ibadah yang bersifat sunnah atau yang kewajibannya belum terpenuhi syaratnya. Prioritasnya terbalik: utang yang sudah ada diselesaikan dulu, kebutuhan pokok keluarga diamankan dulu, baru rencana ke Tanah Suci disusun. Pembahasan lebih jauh tentang kondisi jamaah yang masih menanggung utang bisa Anda baca di ulasan hukum umroh saat masih punya utang.
Apa Bedanya Pinjaman Berbunga, Pembiayaan Syariah, dan Menabung?
Tiga jalur ini sering disebut dengan istilah yang sama di brosur, padahal berbeda secara akad maupun risiko. Tabel berikut membantu membandingkannya.
| Aspek | Pinjaman berbunga (bank konvensional, KTA, paylater) | Pembiayaan lembaga keuangan syariah | Menabung sampai lunas |
|---|---|---|---|
| Dasar biaya | Bunga atas pokok utang | Margin jual beli atau ujrah atas jasa, sesuai akad yang disepakati | Tidak ada biaya tambahan |
| Penilaian MUI | Bunga dinilai riba (fatwa 2004) | Boleh bila akad dan pelaksanaannya sesuai ketentuan syariah | Tidak ada masalah hukum |
| Risiko bagi jamaah | Beban bertambah bila terlambat bayar, bisa berlanjut setelah pulang umroh | Tetap ada kewajiban angsuran, perlu membaca akad dan dendanya | Risiko utama hanya kenaikan harga paket |
| Yang perlu dicek | Legalitas pemberi pinjaman dan total biaya sampai lunas | Jenis akad, rincian margin, dan ketentuan jika gagal bayar | Kedisiplinan menabung dan tempat penyimpanan dana |
Satu catatan penting: label "syariah" pada nama produk tidak otomatis membuat akadnya benar. Mintalah penjelasan tertulis soal akad yang dipakai, total kewajiban Anda sampai lunas, dan konsekuensi bila pembayaran terlambat.
Apa Risiko Nyata Pinjaman untuk Biaya Umroh?
Di luar pembahasan halal haram, ada risiko praktis yang sering baru terasa setelah jamaah pulang ke Indonesia.
- Angsuran berjalan lebih lama daripada rasa bahagianya. Perjalanan berlangsung sekitar sepuluh hari, sementara cicilan bisa berjalan tiga sampai lima tahun.
- Beban bertambah saat ada kejutan. Biaya pengobatan, kebutuhan sekolah anak, atau penghasilan yang turun membuat angsuran terasa jauh lebih berat daripada hitungan di atas kertas.
- Terjebak pinjaman ilegal. Tawaran cepat cair tanpa syarat sering datang dari penyelenggara tidak berizin. Status legalitas penyelenggara pinjaman bisa Anda cek lewat kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan.
- Tergoda paket murah tidak wajar. Jamaah yang sudah menanggung cicilan cenderung memilih harga termurah, dan di situlah risiko travel bermasalah paling besar.
- Ibadah jadi tidak tenang. Sebagian jamaah mengaku pikirannya tertambat pada tagihan ketika seharusnya fokus berdoa.
Tentang poin keempat, Kementerian Haji dan Umrah pada 29 September 2026 menyatakan sedang menyiapkan standar harga batas bawah umrah sekitar Rp27 juta sebagai upaya melindungi jemaah dari tawaran harga tidak wajar. Rencana ini disampaikan lewat keterangan resmi Kemenhaj. Statusnya masih rencana kebijakan, belum aturan yang berlaku, tetapi arahnya jelas: harga yang terlalu murah dianggap tanda bahaya, bukan keberuntungan.
Berapa Dana yang Sebenarnya Perlu Disiapkan?
Angka yang nyata membuat rencana lebih mudah disusun daripada sekadar niat. Dari data paket Rahmah Travel per 3 November 2026, ada 155 jadwal keberangkatan terbuka untuk November 2026 sampai Juli 2027, dengan harga mulai Rp23.900.000 per jamaah untuk paket all in yang sudah memuat tiket pesawat, visa, hotel, makan, dan muthawwif. Harga mulai per durasi berbeda, misalnya 9 hari mulai Rp28.400.000 dan 12 hari mulai Rp23.900.000. Rincian lengkapnya bisa Anda bandingkan sendiri di tabel jadwal dan biaya umroh 2026 sampai 2027.
Bila angka Rp23.900.000 dipecah menjadi target tabungan dua tahun, kebutuhannya sekitar Rp1 juta per bulan. Dibagi tiga tahun, sekitar Rp665 ribu per bulan. Itu hitungan sederhana tanpa memperhitungkan kenaikan harga, jadi sebaiknya Anda melebihkan target dan mengecek ulang harga saat mendekati keberangkatan. Harga dan ketersediaan seat bisa berubah mengikuti kurs, harga avtur, dan musim.
Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Umroh Tanpa Utang Berbunga?
Jalur ini lebih lambat, tetapi tidak meninggalkan beban. Langkahnya sederhana dan bisa dimulai bulan ini.
- Tentukan target angka dan tanggal. Pilih satu paket dan satu bulan keberangkatan dari tabel jadwal, lalu kunci angkanya sebagai target. Target yang kabur paling sering gagal.
- Hitung setoran bulanan. Bagi target dengan jumlah bulan yang Anda miliki, lalu tambahkan sekitar sepuluh persen sebagai bantalan kenaikan harga.
- Pisahkan rekeningnya. Dana umroh yang bercampur dengan rekening harian hampir selalu terpakai untuk hal lain.
- Selesaikan utang berbunga yang sudah ada lebih dulu. Melunasi cicilan berbunga memberi ruang keuangan yang nyata dan mengurangi beban tanggungan Anda.
- Kunci harga lewat skema tanpa bunga. Bila travel menyediakan skema setor bertahap tanpa tambahan bunga, tanyakan ketentuannya secara tertulis, termasuk apa yang terjadi bila setoran terlambat. Penjelasan tentang skema setor bertahap tanpa bunga sudah kami uraikan di artikel cicilan umroh tanpa riba.
Bagaimana Rahmah Travel Menyikapi Hal Ini?
Kami lebih suka jamaah berangkat dengan tenang daripada berangkat cepat lalu pulang menanggung cicilan. Karena itu harga dan jadwal kami dipublikasikan terbuka agar Anda bisa menghitung sendiri target tabungan tanpa harus menghubungi siapa pun lebih dulu.
Rahmah Travel adalah merek PT Rahmah Grup Internasional, pemegang izin PPIU No. 16112300553370003 yang statusnya bisa Anda cek sendiri di aplikasi Satu Haji milik Kementerian Haji dan Umrah. Sejak 28 Juni 2026 dana jamaah dikelola melalui skema escrow Bank Syariah Indonesia, sehingga setoran ditahan pihak ketiga dan diteruskan setelah layanan diberikan. Escrow bukan jaminan mutlak, karena penerbitan visa dan jadwal penerbangan tetap bergantung pada otoritas Arab Saudi dan maskapai, tetapi skema ini menutup celah yang paling sering jadi sumber masalah.
Kalau Anda sedang menimbang antara menabung dua tahun atau meminjam sekarang, tim kami bisa mengirimkan rincian jadwal dan kisaran biaya agar perhitungannya memakai angka yang nyata. Tidak perlu memutuskan hari ini.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah umroh dengan uang pinjaman bank tetap sah?
Ya, ibadah umrohnya tetap sah selama rukun dan syaratnya dipenuhi, karena keabsahan umroh tidak ditentukan oleh sumber dana. Yang dinilai terpisah adalah akad pinjamannya. Pinjaman berbunga dihukumi riba oleh MUI dan mayoritas ulama Indonesia, sehingga sah di sisi ibadah tidak berarti akadnya dibenarkan.
Lebih baik umroh sekarang pakai pinjaman atau menabung dulu?
Mayoritas ulama menganjurkan menabung lebih dulu, karena ibadah ke Baitullah dikaitkan dengan kemampuan dan utang berbunga menambah beban yang berjalan jauh setelah perjalanan selesai. Dengan harga paket all in mulai Rp23.900.000 per jamaah (data 3 November 2026), target itu bisa dicapai dengan setoran bulanan yang terukur.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah umroh dengan uang pinjaman bank tetap sah?
Ya, ibadah umrohnya tetap sah selama rukun dan syaratnya dipenuhi, karena keabsahan umroh tidak ditentukan oleh sumber dana. Yang dinilai terpisah adalah akad pinjamannya: pinjaman berbunga dihukumi riba oleh MUI dan mayoritas ulama Indonesia.
Lebih baik umroh sekarang pakai pinjaman atau menabung dulu?
Mayoritas ulama menganjurkan menabung lebih dulu, karena ibadah ke Baitullah dikaitkan dengan kemampuan dan utang berbunga menambah beban yang berjalan jauh setelah perjalanan selesai. Paket all in Rahmah Travel mulai Rp23.900.000 per jamaah menurut data paket situs 3 November 2026.
Apakah bunga bank termasuk riba?
Majelis Ulama Indonesia menetapkan fatwa pada tahun 2004 yang menyatakan bunga (interest) memenuhi kriteria riba. Pendapat ini dipegang mayoritas lembaga fatwa di Indonesia, meski ada sebagian kecil pemikir muslim kontemporer yang berpendapat berbeda.
Apakah boleh umroh dengan dana pembiayaan syariah?
Boleh menurut pendapat yang membolehkan, selama akadnya memang akad jual beli atau jasa yang sesuai ketentuan syariah dan bukan pinjaman berbunga yang dibungkus istilah lain. Mintalah penjelasan tertulis soal jenis akad, total kewajiban sampai lunas, dan ketentuan bila pembayaran terlambat.
Bagaimana hukumnya jika masih punya utang lalu ingin umroh?
Para ulama umumnya mendahulukan penyelesaian utang dan nafkah keluarga sebelum ibadah yang tidak bersifat wajib mendesak. Umrohnya tetap sah bila tetap dijalankan, tetapi prioritas syariat adalah memenuhi tanggungan yang sudah ada lebih dulu.
Apakah umroh hukumnya wajib sehingga perlu dipaksakan?
Ulama berbeda pendapat. Mazhab Syafi'i dan Hanbali memandang umroh wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, sedangkan Hanafi dan Maliki memandangnya sunnah muakkadah. Keduanya memakai syarat mampu, sehingga orang yang belum mampu tidak dianggap menunda kewajiban.
Berapa dana yang perlu disiapkan untuk umroh 2026 dan 2027?
Menurut data paket Rahmah Travel per 3 November 2026, harga mulai Rp23.900.000 per jamaah untuk paket all in, dengan 155 jadwal keberangkatan terbuka dari November 2026 sampai Juli 2027. Rincian per durasi dan per bulan ada di halaman jadwal dan biaya umroh.
Bagaimana cara menghindari pinjaman ilegal saat mencari dana umroh?
Hindari tawaran cepat cair tanpa syarat dan jangan menyerahkan data pribadi sebelum memastikan legalitas penyelenggara pinjaman melalui kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan. Bandingkan juga total biaya sampai lunas, bukan hanya nilai angsuran per bulan.
Masih butuh arahan sebelum memilih paket?
Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.
Tentang artikel ini
Tim Redaksi Rahmah Travel
Artikel ini diterbitkan dan menjadi tanggung jawab Tim Redaksi Rahmah Travel. Cara kami menyusun artikel, termasuk penggunaan alat bantu AI, pemeriksaan fakta, dan pembaruan, dijelaskan di Kebijakan Editorial. Informasi harga dan jadwal bisa berubah; rujukan terbarunya ada di Jadwal & Biaya Umroh.