Apa Itu Sa'i? - Rahmah Travel
Semua Blog Post

Apa Itu Sa'i?

Sa'i dalam ibadah haji atau umroh adalah salah satu dari rangkaian ritual yang dilakukan oleh jemaah di tanah suci Mekah. Ritual sa'i ini merujuk pada aktifitas berjalan antara dua...

RT
Penulis dan FullStack Developer
Apa Itu Sa'i?
PPIU
Resmi Kemenag RI
IATA
Terdaftar & Terakreditasi
Umroh
Reguler dan Private
198
Pembaca Artikel
Ringkasan Cepat

Sa'i dalam ibadah haji atau umroh adalah salah satu dari rangkaian ritual yang dilakukan oleh jemaah di tanah suci Mekah. Ritual sa'i ini merujuk pada aktifitas berjalan antara dua...

Sa'i adalah salah satu rukun umroh dan haji yang wajib dilaksanakan setiap jamaah. Secara sederhana, sa'i adalah berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali di antara dua bukit, yaitu Safa dan Marwah, yang kini berada di dalam kompleks Masjidil Haram. Di balik gerakan sederhana ini tersimpan kisah keimanan yang luar biasa.

Sejarah Sa'i: Ketabahan Siti Hajar

Ritual sa'i berakar dari peristiwa di masa Nabi Ibrahim AS. Ketika itu, Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT meninggalkan istrinya, Siti Hajar, bersama putranya yang masih bayi, Isma'il, di lembah tandus yang kelak menjadi Kota Makkah. Saat bekal air habis dan Isma'il kehausan, Siti Hajar berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali untuk mencari air. Atas kuasa Allah, memancarlah air Zamzam di dekat kaki Isma'il. Sa'i mengabadikan ketabahan, ikhtiar, dan kepasrahan Siti Hajar yang berbuah pertolongan Allah.

Tata Cara Sa'i

Sa'i dilakukan setelah tawaf, dengan urutan sebagai berikut:

  1. Dimulai dari bukit Safa dan diakhiri di bukit Marwah.
  2. Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali; dari Marwah kembali ke Safa dihitung satu kali lagi.
  3. Dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan, sehingga berakhir di Marwah.
  4. Disunnahkan memperbanyak doa dan dzikir sepanjang perjalanan, serta berlari-lari kecil bagi pria di area yang ditandai lampu hijau.

Makna di balik angka tujuh dalam sa'i dan tawaf dibahas menarik pada artikel makna angka 7 dalam thawaf dan sa'i.

Syarat dan Ketentuan Sa'i

Agar sa'i sah, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan: dilakukan setelah tawaf, ditempuh dengan tujuh kali perjalanan yang sempurna, serta dimulai dari Safa. Berbeda dengan tawaf, sa'i tidak mensyaratkan suci dari hadas, sehingga wanita yang sedang haid pun sebagian ulama membolehkannya. Rangkaian ini menjadi bagian dari urutan ibadah yang bisa Anda pelajari pada tata cara umroh lengkap.

Makna Sa'i bagi Kehidupan

Sa'i mengajarkan bahwa ikhtiar dan tawakal harus berjalan beriringan. Siti Hajar tidak hanya berdoa, tetapi juga berusaha dengan sungguh-sungguh — dan Allah menyempurnakan usahanya dengan pertolongan yang tak terduga. Bagi jamaah masa kini, sa'i menjadi pengingat untuk tidak pernah berhenti berusaha sambil sepenuhnya bersandar kepada Allah SWT. Setelah sa'i, ibadah umroh ditutup dengan tahallul.

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu sa’i dalam umroh?

Sa’i adalah rukun umroh dan haji berupa berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali di antara bukit Safa dan Marwah di kompleks Masjidil Haram, dimulai dari Safa dan diakhiri di Marwah.

Apa sejarah sa’i?

Sa’i mengabadikan ketabahan Siti Hajar yang berlari tujuh kali antara Safa dan Marwah mencari air untuk putranya, Isma’il, hingga Allah memancarkan air Zamzam. Ritual ini menjadi simbol ikhtiar dan tawakal.

Berapa kali sa’i dilakukan?

Sa’i dilakukan tujuh kali perjalanan. Dari Safa ke Marwah dihitung satu kali, dan dari Marwah ke Safa dihitung satu kali, sehingga berakhir di Marwah pada perjalanan ketujuh.

Apakah wanita haid boleh sa’i?

Berbeda dengan tawaf, sa’i tidak mensyaratkan suci dari hadas, sehingga menurut sebagian ulama wanita yang sedang haid tetap boleh melakukan sa’i selama tawaf sudah atau akan disempurnakan setelah suci.

Konsultasi Langsung

Masih butuh arahan sebelum memilih paket?

Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.