Bayangin kamu lagi thawaf, fokus banget berdoa, tiba-tiba ada petugas berseragam coklat dengan suara tegas memanggil dari belakang. Kamu kaget. Hati langsung dag-dig-dug. "Aduh, salah apa ya?" Kamu mikir kamu dimarahi orang Saudi di tempat paling suci. Padahal ini adegan paling klasik yang dialami hampir semua jamaah umroh pertama kali.
Padahal? Kamu cuma diarahkan biar nggak menabrak jamaah lain di putaran berikutnya.
Ini salah satu adegan yang paling sering dialami jamaah umroh pertama kali — dan juga salah satu yang paling sering bikin trauma sebelum berangkat. Banyak yang sampai googling sebelum keberangkatan: "Apakah askar di Mekkah galak?" atau "Kenapa askar suka marahin jamaah?" Jawabannya, mostly, kamu salah baca sinyal. Mereka bukan marah — mereka kerja.
Artikel ini ditulis khusus buat kamu yang akan umroh pertama kali, terutama yang sering deg-degan kalau bayangin interaksi dengan petugas di Tanah Suci. Kita akan bahas pelan-pelan: siapa sebenarnya askar, kenapa cara komunikasi mereka terkesan tegas, kosakata yang sering mereka pakai, dan apa yang harus kamu lakukan kalau ditegur. Plus tips lain yang sangat berguna untuk umroh pertamamu.
Kenapa Askar Sering Disalahpahami Jamaah Indonesia?
Mari jujur dulu. Buat orang Indonesia, menegur dengan suara keras = marah. Kita tumbuh di budaya yang menjunjung kelembutan dalam komunikasi. Bahkan kalau ada yang bermasalah, biasanya disampaikan dengan basa-basi panjang.
Di Saudi, budayanya beda. Komunikasi langsung adalah norma — bukan tanda emosi. Apalagi di area sepadat Masjidil Haram dengan jutaan jamaah dari ratusan negara. Askar nggak punya waktu buat sopan-santun panjang. Mereka harus cepat, jelas, dan tegas. Kalau nggak, mereka sendiri yang gagal mengamankan ribuan orang.
Ada 3 alasan kenapa cara mereka sering dianggap "galak":
1. Bahasa. Mereka rata-rata berbahasa Arab dengan sedikit Inggris. Saat instruksi disampaikan, intonasi bahasa Arab memang naik turun cepat — buat telinga kita yang nggak terbiasa, ini terdengar seperti bentakan.
2. Volume. Di area ramai, mereka harus bicara keras supaya didengar. Bukan karena marah, tapi karena suara mereka harus menembus kerumunan.
3. Gestur. Tangan mengarah, jari menunjuk, suara cepat. Buat kita yang baca gestur dengan filter Indonesia, ini terkesan kasar. Padahal di Saudi, ini standar profesional.
Jadi kalau ditegur askar saat umroh pertama kali, jangan langsung baper. Kemungkinan besar, kamu lagi diarahkan keluar dari jalur yang salah, atau diingatkan soal aturan tertentu — bukan dimarahi.
Tugas Sebenarnya Askar di Tanah Suci
Banyak jamaah pemula belum tahu pasti siapa askar dan apa pekerjaan mereka. Padahal info ini bisa langsung menghilangkan setengah ketakutanmu.
Askar (atau dalam istilah resminya: petugas keamanan haram) adalah pasukan khusus pemerintah Saudi yang bertugas menjaga area Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan area haji-umroh secara umum. Mereka direkrut dengan standar tinggi, dilatih untuk menangani kerumunan ekstrem, dan ditempatkan di titik-titik krusial 24 jam.
Tugas utama mereka mencakup:
Mengatur arus jamaah agar tidak terjadi penumpukan yang berbahaya
Memastikan kawasan Ka'bah, Multazim, dan Hijir Ismail tidak overcrowded
Mengamankan area Raudhah sesuai jadwal Nusuk
Memastikan jamaah yang sudah selesai segera move on biar ada giliran berikutnya
Menjaga keamanan dari gangguan eksternal
Memberi pertolongan pertama saat jamaah sakit atau pingsan
Yang sering tidak disadari: askar adalah teman jamaah, bukan musuh. Banyak cerita jamaah yang dibantu askar saat tersesat, kehilangan rombongan, atau pingsan di tengah thawaf. Mereka cekatan, terlatih, dan tahu seluk-beluk masjid jauh lebih baik daripada muthawwif sekalipun.
7 Situasi Umum Saat Askar Akan Menegur Kamu
Supaya kamu siap mental, ini 7 skenario yang paling sering bikin askar mendekati jamaah pemula:
1. Foto/video di area terlarang. Beberapa zona di sekitar Ka'bah dan Raudhah memang dilarang difoto. Kalau kamu mengangkat HP, askar akan langsung mendekat dan minta diturunkan.
2. Mendekati Ka'bah di luar slot. Saat thawaf umroh selesai, jangan nyantai di dekat Ka'bah. Akan ada askar yang mengarahkan kamu untuk bergeser, supaya jamaah berikutnya bisa thawaf.
3. Sholat di jalur thawaf. Kalau kamu sholat sunnah persis di lintasan thawaf, askar akan minta kamu pindah. Bukan karena melarang sholat, tapi karena mengganggu arus jamaah.
4. Masuk Raudhah tanpa booking Nusuk. Sejak sistem Nusuk berlaku, akses Raudhah berjadwal. Kalau kamu masuk di luar slot, akan ditegur dan diminta keluar.
5. Membawa makanan/koper besar masuk masjid. Ada area khusus penitipan. Bawa terlalu banyak ke dalam akan ditegur.
6. Wanita masuk area khusus pria atau sebaliknya. Beberapa pintu dan jalur dipisah. Kalau salah masuk, akan diarahkan ke jalur yang benar.
7. Berhenti di tangga atau jalur sempit. Ini sering jadi penyebab penumpukan. Askar akan langsung minta kamu jalan terus.
Kalau kamu mengalami salah satu situasi di atas, jangan diam atau bingung lama-lama. Cukup angguk, ucapkan "shukran" (terima kasih), lalu langsung bergerak sesuai arahan. Itu sudah cukup.
Kamus Mini Bahasa Askar: Biar Kamu Nggak Shock Lagi 🛡️
Yang pasti enggak bakal shock lagi kalau ditegur askar, soalnya kamu udah tau ini ✨ — ini dia "kamus mini" bahasa askar yang akan paling sering kamu dengar selama di Tanah Suci:
🏃♂️ Yalla-yalla → "Cepatlah kak!" Paling sering kamu dengar pas thawaf atau di area Raudhah. Bukan ngusir, tapi minta kamu jalan terus biar nggak macetin antrian.
👨 Haji → "Jamaah pria" Panggilan umum untuk laki-laki. Walau kamu belum haji beneran, tetap dipanggil "haji" karena ini sebutan hormat.
🧕 Hajjah → "Jamaah perempuan" Versi perempuannya. Jadi jangan kaget kalau dipanggil "hajjah" walau baru pertama kali umroh.
🚶 Hayyah → "Yuk lanjut kak!" Mirip yalla-yalla, tapi vibesnya sedikit lebih lembut. Biasanya pas kamu kelamaan berdiri di satu titik.
🙅 Mamnu / Mammu → "Jangan ya kak!" Kata yang penting banget dihafal. Kalau kamu denger ini, langsung berhenti dari apapun yang lagi kamu lakukan — biasanya ini soal foto/video di area terlarang atau masuk zona yang dijaga.
➡️ Thoriq → "Jalan ya kak!" Artinya "jalan" atau "lewat". Ini perintah buat kamu bergerak — biasanya saat kamu nutupin jalur orang lain.
🧍 Qum-qum → "Berdiri dulu ya" Kalau kamu lagi duduk di tempat yang harusnya jalur lewat, askar akan minta kamu berdiri dengan kata ini.
🐢 Suwayya → "Pelan ya kak, santai" Justru sebaliknya dari yalla-yalla. Biasanya pas kamu kebut-kebutan ngejar rombongan padahal area lagi padat. Mereka minta kamu pelan biar nggak nabrak jamaah lain.
✋ Khalas → "Udah cukup ya" Sering kamu dengar di area Multazim atau Hijir Ismail. Artinya: giliran kamu sudah, kasih kesempatan jamaah berikutnya. Jangan baper — ini fair untuk semua orang.
⚠️ Instabih → "Awas ya, hati-hati" Ini kata yang justru harus kamu syukuri. Mereka mengingatkan biar kamu nggak kepleset, kesandung, atau nabrak sesuatu. Pure kindness disguised as tegas.
Begitu kamu paham 10 kata ini, hidupmu di Tanah Suci akan terasa 10x lebih tenang 😌. Kamu nggak akan kaget lagi pas dipanggil "haji/hajjah", nggak akan baper pas dengar "khalas", dan nggak akan panik pas dengar "yalla-yalla". Justru kamu bisa balas dengan senyum dan ucapkan "shukran" (terima kasih) — askar pun akan ikut tersenyum.
💡 Pro tip: Catat 10 kata ini di notes HP kamu. Buka lagi saat tiba di Madinah/Mekkah — refresh ingatan. Atau lebih bagus lagi, hafalkan bareng rombongan saat manasik biar makin nempel.
Cara Berinteraksi dengan Askar untuk Jamaah Pemula
Karena banyak jamaah pertama kali deg-degan ketemu askar, ini beberapa tips praktis yang bisa langsung kamu pakai:
Belajar 3 kata Arab "penyelamat": Selain 10 kosakata di kamus mini di atas, hafalkan juga 3 kata ini — kamu akan pakai berkali-kali setiap hari:
Shukran (terima kasih) 🙏
Afwan (maaf / permisi) 🤲
Min fadhlik (tolong) ✨
Kombinasi kamus mini + 3 kata penyelamat ini = kamu akan terlihat seperti jamaah yang sudah berkali-kali umroh. Askar pun akan jauh lebih ramah ke kamu.
Patuhi langsung, jangan tawar-tawaran. Kalau diminta pindah, langsung pindah. Jangan minta penjelasan dulu. Jangan tunjuk-tunjuk arah lain. Mereka punya alasan, dan biasanya itu untuk kebaikan kamu sendiri.
Jangan adu argumen. Walau kamu merasa benar, jangan debat. Bahasa berbeda, konteks berbeda. Yang penting situasi clear dulu, baru tanya pendamping rombongan untuk klarifikasi.
Senyum dan tundukkan kepala sedikit. Bahasa tubuh universal. Senyum tulus akan menjadikan interaksi jauh lebih cair, bahkan dengan askar yang awalnya terlihat tegas.
Minta bantuan kalau perlu. Kalau kamu kehilangan rombongan, sakit, atau bingung arah — askar adalah orang pertama yang harus kamu cari. Mereka akan sangat membantu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah benar askar di Masjidil Haram suka marah?
Tidak. Mereka bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, dan sering menggunakan suara tegas karena harus menembus kerumunan ribuan jamaah. Itu bukan marah — itu standar profesional di sana.
Saya solo traveler usia 28, beneran aman umroh pertama kali sendirian?
Aman, asal pilih travel resmi yang punya rombongan dengan demografi mirip. Banyak travel sekarang punya rombongan dominan jamaah muda, jadi kamu nggak akan merasa "kesepian sosial".
Apa yang harus saya lakukan kalau ditegur askar?
Patuhi langsung, ucapkan "shukran", lalu bergerak sesuai arahan. Jangan debat, jangan minta penjelasan panjang. Setelah situasi clear, kamu bisa tanya muthawwif untuk konteks.
Saya nggak bisa bahasa Arab sama sekali, gimana komunikasi di sana?
Hampir semua tempat penting di Mekkah dan Madinah punya petugas yang bisa Inggris dasar. Plus muthawwif rombongan akan menemani semua sesi penting. Kamu nggak akan dilepas sendiri.
Kalau saya kehilangan rombongan, ke mana harus minta tolong?
Cari askar atau petugas berseragam terdekat. Mereka punya akses radio dan sistem informasi internal. Atau hubungi muthawwif via WhatsApp grup rombongan — yang harus kamu pastikan aktif sebelum keluar hotel.
Masih butuh arahan sebelum memilih paket?
Diskusikan rencana umroh Anda dengan tim Rahmah Travel. Kami bantu cek kebutuhan, jadwal, dokumen, dan pilihan paket yang paling sesuai.